Penyelesaian Penyalahgunaan IT Berdasarkan Undang-Undang Dalam Kasus PNS Atheis (Tugas 3: Etika & Profesionalisme TSI)

Pada pembahasan sebelumnya mengenai kasus-kasus pelanggaran etika di dunia maya, salah satunya adalah mengenai Alexander PNS Atheis yang Hina Islam. Kasus ini terjadi pada tahun 2012 silam, dimana Alexander mengaku mengelola Facebook Atheis Minang. Di media elektronik itulah dia menghina agama Islam. Tersangka telah mendistribusikan informasi melalui Facebook yang memiliki muatan penghinaan terhadap suatu agama sehingga masyarakat resah. Tersangka Alexander mencantumkan agamanya Islam. Namun, saat diinterogasi di Mapolres, dia mengaku Atheis. Tersangka mencantumkan agama Islam dalam surat keterangannya itu hanya untuk menghindari kontroversi. Kepada pihak yang berwajib dia jelas mengaku tidak beragama Islam.

Dari kasus ini dapat kita simpulkan bahwa Alexander alias Aan terancam dengan jeratan Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pemalsuan surat dengan pidana penjara paling lama enam tahun. Ia juga dijerat dengan Pasal 156 A KUHP karena melakukan penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. Namun jika ditelusuri dan ditindak lebih jauh lagi terutama dalam hal pemanfaatan social media sebagai salah satu media IT, maka tersangka juga melakukan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang ITE. Alexander, pegawai negeri sipil (PNS) di Dharmasraya, Sumatera Barat, yang menganut paham Atheis, dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE karena menghina agama Islam.

Selenium Software Testing (Tugas Testing & Implementasi Sistem)

Selenium ( Browser Automatic FrameWork )

Selenium adalah FrameWork testing web application yang portable, menyediakan tool record/playback untuk authoring test tanpa belajar bahasa pemrograman.

1. Selenium IDE ( Integrate Development Environment )
Definisi : Plugin firefox yang melakukan record dan pemutaran interaksi dengan browser.
Fungsi :

  1. Membuat script sederhana
  2. Membantu dalam pengujian Eksplorasi
  3. Mengekspor Remote Control / Script WebDriver

Perintah di selenium disebut ” Selenese “
Selenese adalah seperangkat perintah yang menjalankan test Anda sebuah urutan perintah adalah script test

  1. Action adalah Perintah yang umumnya memanipulasi keadaan aplikasi
  2. Accessors adalah Memeriksa keadaan aplikasi dan menyimpan hasil dalam variable
  3. Assertions adalah penegasan : Sama seperti Accessors, tetapi mereka menverifikasi bahwa keadaan aplikasi sesuai dengan apa yang diharapkan.

mode dalam Assertions , yaitu :

  • Assert —– contoh : assertText
  • Verify  —– contoh : verifyText
  • WaitFor — contoh : WaitForText

Script Selenium dijalankan di sebuah table html yang terdiri dari :

  • Kolom pertama  : Mengidentifikasi Perintah Selenium
  • Kolom kedua : Target
  • Kolom ketiga : Nilai

Locating Elements ( Menemukan Lokasi Element )
* Locating By Identifier
Bila ada script HTML seperti :

<html>
<body>
<form id=”LoginForm”>
<input name=”username”  type=”text” />
<input name=”password”  type=”password” />
<input name=”continue” type=”submit” value=”login” />
</form>
</body>
</html>

  • Identifier = LoginForm (3)
  • Identifier = password (5)
  • Identifier = continue (6)
  • continue (6)

* Locating By Id
Merujuk pada file html di atas :

  • Id = LoginForm (3)
  • Id = username (4)
  • Id = password (5)

* Locating By Name
Merujuk pada file html diatas :

  • Name = username (4)
  • Name = continue value = clear (7)
  • = name = continue clear (7)
  • Name = continue type = button (7)

* Locating By XPath
XPath adalah bahasa yang digunakan  untuk mencari node dalam document XLM.

  • xpath=/html/body/form[1] (3) – Absolute path (would break if the HTML was changed only slightly)
  • //form[1] (3) – First form element in the HTML
  • xpath=//form[@id='loginForm'] (3) – The form element with attribute named ‘id’ and the value ‘loginForm’
  • xpath=//form[input/@name='username'] (3) – First form element with an input child element with attribute named ‘name’ and the value ‘username’
  • //input[@name='username'] (4) – First input element with attribute named ‘name’ and the value ‘username’
  • //form[@id='loginForm']/input[1] (4) – First input child element of the form element with attribute named ‘id’ and the value ‘loginForm’
  • //input[@name='continue'][@type='button'] (7) – Input with attribute named ‘name’ and the value ‘continue’ and attribute named ‘type’ and the value ‘button’
  • //form[@id='loginForm']/input[4] (7) – Fourth input child element of the form element with attribute named ‘id’ and value ‘loginForm’

* Locating By Link

<html>
 <body>
  <p>Are you sure you want to do this?</p>
  <a href="continue.html">Continue</a>
  <a href="cancel.html">Cancel</a>
</body>
<html>
 
  • link=Continue (4)
  • link=Cancel (5)

* Locating By DOM
Dom merupakan document html dan dapat diakses dengan menggunakan JavaScript

 <html>
  <body>
   <form id="loginForm">
    <input name="username" type="text" />
    <input name="password" type="password" />
    <input name="continue" type="submit" value="Login" />
    <input name="continue" type="button" value="Clear" />
   </form>
 </body>
 <html>
 
  • dom=document.getElementById('loginForm') (3)
  • dom=document.forms['loginForm'] (3)
  • dom=document.forms[0] (3)
  • document.forms[0].username (4)
  • document.forms[0].elements['username'] (4)
  • document.forms[0].elements[0] (4)
  • document.forms[0].elements[3] (7)

* Locating By CSS

<html>
  <body>
   <form id="loginForm">
    <input class="required" name="username" type="text" />
    <input class="required passfield" name="password" type="password" />
    <input name="continue" type="submit" value="Login" />
    <input name="continue" type="button" value="Clear" />
   </form>
 </body>
 <html>
 
  • css=form#loginForm (3)
  • css=input[name="username"] (4)
  • css=input.required[type="text"] (4)
  • css=input.passfield (5)
  • css=#loginForm input[type="button"] (4)
  • css=#loginForm input:nth-child(2) (5)

 

SUMBER : endangkosasih29.blogspot.com/2013/03/selenium-software.html

Contoh Kasus Pelanggaran Etika (Tugas 2: Etika & Profesionalisme TSI)

Berikut ini adalah dua contoh kasus pelanggaran etika dunia maya yangg menyebabkan pertikaian sehingga masuk ke ranah hukum :

KASUS PERTAMA : Hina Islam PNS Atheis Dijerat UU ITE

TEMPO.CO , Padang – Kepala Kepolisian Resor Dharmasraya Ajun Komisaris Besar Chairul Aziz menyatakan Alexander, pegawai negeri sipil (PNS) di Dharmasraya, Sumatera Barat, yang menganut paham Atheis, dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE karena menghina agama Islam. Saat ini dia sudah menjadi tersangka. Kata Chairul, saat diinterogasi Alexander mengaku mengelola Facebook Atheis Minang. Di media elektronik itulah dia menghina agama Islam. “Tersangka telah mendistribusikan informasi melalui Facebook yang memiliki muatan penghinaan terhadap suatu agama sehingga masyarakat resah. Sesuai UU ITE dia diancam dengan pidana penjara enam tahun,” ujarnya. Selain dijerat dengan UU ITE, Alexander juga terancam dengan jeratan Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pemalsuan surat dengan pidana penjara paling lama enam tahun. 

Menurut Chairul, dia telah melakukan pemalsuan surat di saat mendaftar menjadi pegawai negeri sipil di Kabupaten Dharmasraya. Dalam surat keterangannya itu, Alexander mencantumkan agamanya Islam. Namun, saat diinterogasi di Mapolres, dia mengaku Atheis. “Pengakuan tersangka, mencantumkan agama Islam dalam surat keterangannya itu hanya untuk menghindari kontroversi. Kepada kita dia jelas mengaku tidak beragama Islam.”
Alexander alias Aan juga dijerat dengan Pasal 156 A KUHP karena melakukan penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. Kata Chairul, dalam interogasi tersangka mengaku mencela isi Al-Quran dan membanding-bandingkannya sesuai dengan keyakinan yang dianutnya. Saat ini, kata Chairul, pihak kepolisian masih dalam tahap pemeriksaan, termasuk saksi yang juga sebagai pelapor. “Saksi dalam kasus ini, yaitu LSM Pandam dan MUI Dharmasraya,” ujarnya. Penelusuran Tempo ke halaman Facebook Atheis Minang, ada pengakuan dari adminnya terkait dengan Alexander. Kutipannya menjelaskan, “Alex Aan memang sempat menjadi salah satu admin Atheis Minang, namun itu tidak lama. Ia belum lama dijadikan admin dan saat ini status admin Sdr. Alex Aan telah kami hapuskan dan segala posting yang telah dikirimnya juga telah dihapus.” Sementara itu, Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Barat, Gusrizal Gazahar, menyatakan akan melakukan penelitian terhadap kasus tersebut. “Kita belum bisa menyimpulkan karena butuh penelitian dan dialog dengan pihak yang terkait dengan kasus ini,” ujarnya.
Ada dua kemungkinan dalam kasus ini, kata Dosen IAIN Imam Bonjol Padang ini. Pertama, karena tidak matangnya dasar ilmu keagamaan pelaku dan mungkin juga ada intervensi dari pihak luar. “Tugas kita di MUI memberi pencerahan. Jika itu memang keyakinan dari dirinya, ada proses untuk tobat, yaitu Istitabah. Semoga pelaku sadar atas perbuatannya yang telah meresahkan masyarakat,” ujarnya. Terkait dengan status kepegawaiannya di Pemkab Dharmasraya, Bupati Dharmasraya Adi Gunawan mengatakan masih menunggu proses hukum yang sedang berjalan. “Kita menghormati proses hukum. Jika sudah ada kepastian hukum, nanti baru kita proses secara administrasi kepegawaian,” ujarnya saat dihubungi Tempo , Jumat, 20 Januari 2011.
KASUS KEDUA : Dua Warga Indonesia Berhasil Bobol Kartu Kredit Via Online
Kejahatan dunia maya atau cyber crime memang tidak pernah ada habisnya, kasus dunia maya ternyata tidak hanya menimpa Luna Maya saja contoh lainnya beberapa hari ini Polda Metro Jaya melalui Kasat Cyber Crime Ajun Komisaris Besar Winston Tommy Watuliu berhasil meringkus dua pelaku kejahatan cyber crime kasus mereka yaitu membobol kartu kredit secara online milik perusahaan di luar negeri. Kedua Cracker ini bernama Adi dan Ari mereka berhasil menerobos sistem perbankan perusahaan asing, seperti Capital One USA, Cash Bank USA dan GT Morgan Bank USA kemudian membobol kartu kredit milik perusahaan ternama tersebut.Setelah berhasil kedua pelaku tersebut menggunakan kartu kreditnya untuk membeli tiket pesawat Air Asia lalu tiket tersebut dijual pelaku dengan harga yang sangat murah. Tidak tanggung-tanggung untuk menarik pembeli mereka sengaja memasang iklan seperti di situs weeding.com dan kaskus. Dan hebatnya lagi dari pengakuan kedua cracker tersebut mereka mempelajari teknik bobol credit card ini secara otodidak.Tapi sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, begitulah kisah dua cracker tanah air kita, setelah berhasil membobol kartu kredit dari Ricop yaitu perusahaan yang memproduksi anggur di san francisco mereka berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya ditempat terpisah, di Jakarta dan Malang. Dari tangan mereka berhasil diamankan barang buktiseperti laptop, dua BalckBerry, modem, komputer, buku tabungan BCA dan daftar perusahaan yang akan menjadi target pembobolan.

Etika Profesionalisme PNS (Tugas 1: Etika & Profesionalisme TSI)

  • PENDAHULUAN

Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan atau adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Jadi, secara etimologis, etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (Bertens, 2000).

Lebih lanjut Bertens (2000) mengemukakan konsep dasar etika adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia serta azas-azas akhlak (moral) serta kesusilaan hati seseorang untuk berbuat baik dan juga untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah Laku seseorang terhadap orang lain.

Dengan demikian, etika dapat diartikan sebagai suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seorang secara sadar untuk mentaati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau satu organisasi.

  • ETIKA SEBAGAI PNS

bkn

Sebagai unsur aparatur Negara dan abdi masyarakat Pegawai Negeri Sipil memiliki akhlak dan budi pekerti yang tidak tercela, yang berkemampuan melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan, serta bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, wajib memberikan pelayanan secara adil dan merata kepada masyarakat dengan dilandasi kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah.

Untuk menjamin agar setiap Pegawai Negeri Sipil selalu berupaya terus meningkatkan kesetiaan ketaatan, dan pengabdiannya tersebut, ditetapkan ketentuan perundang-undangan yang mengatur sikap, tingkah laku, dan perbuatan Pegawai Negeri Sipil, baik di dalam maupun di luar dinas.

Kode Etik Pegawai Negeri Sipil Dalam pelaksanaan tugas kedinasan dan kehidupan sehari-hari setiap Pegawai Negeri Sipil wajib bersikap dan berpedoman pada etika dalam bernegara, dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam berorganisasi, dalam bermasyarakat, serts terhadap diri sendiri dan sesama Pegawai Negeri Sipil. Etika bernegara meliputi:

  1. melaksanakan sepenuhnya Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;
  2. mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara;
  3. menjadi perekat dan pemersatu bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  4. menaati semua peraturan perundang-undang yang berlaku dalam melaksanakan tugas;
  5. akuntabel dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan;
  6. tanggap, terbuka, jujur, dan akurat, serta tepat waktu dalam melaksanakan setiap kebijakan program pemerintah;
  7. menggunakan atau memanfaatkan semua sumber daya Negara secara efisien dan efektif;
  8. tidak memberikan kesaksian palsu atau keterangan yang tidak benar.

Etika dalam berorganisasi adalah :

  1. melaksanakan tugas dan wewenang sesuai ketentuan yang berlaku;
  2. menjaga informasi yang bersifat rahasia;
  3. melaksanakan setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang;
  4. membangun etos kerja dan meningkatkan kinerja organisasi;
  5. menjalin kerjasama secara kooperatif dengan unit kerja lain yang terkait dalam rangka pencapaian tujuan;
  6. memiliki kompetensi dalam pelaksanaan tugas;
  7. patuh dan taat terhadap standar operasional dan tata kerja;
  8. mengembangkan pemikiran secara kreatif dan inovatif dalam rangka peningkatan kineri organisasi;
  9. berorientasi pada upaya peningkatan kualitas kerja.

Etika dalam bermasyarakat meliputi :

  1. mewujudkan pola hidup sederhana;
  2. memberikan pelayanan dengan empati, hormat, dan santun tanpa pamrih dan tanpa unsur pemaksaan;
  3. memberikan pelayanan secara cepat, tepat, terbuka, dan adil serta tidak diskriminatif;
  4. tanggap terhadap keadaan lingkunga masyarakat;
  5. berorientasi kepada peningkatan kesejahtera masyarakat dalam melaksanakan tugas.

Etika terhadap diri sendiri meliputi:

  1. jujur dan terbuka serta tidak memberikan informasiyang tidak benar;
  2. bertindak dengan penuh kesungguhan dan ketulusan;
  3. menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan;
  4. berinisiatif untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan sikap;
  5. memiliki daya juang yang tinggi;
  6. memelihara kesehatan jasmani dan rohani;
  7. menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga;
  8. berpenampilan sederhana, rapih, dan sopan.

Etika terhadap sesama Pegawai Negeri Sipil:

  1. saling menghormati sesama warga negara yang memeluk agama/kepercayaan yang berlainan;
  2. memelihara rasa persatuan dan kesatuan sesama Pegawai Negeri Sipil;
  3. saling menghormati antara teman sejawat baik secara vertikal maupun horisontal dalam suatu unit kerja, instansi, maupun di luar instansi;
  4. menghargai perbedaan pendapat;
  5. menjunjung tinggi harkat dan martabat Pegawai Negeri Sipil;
  6. menjaga dan menjalin kerja sama yang kooperatif sesama Pegawai Negeri Sipil;
  7. berhimpun dalam satu wadah Korps Pegawai Republik Indonesia yang menjamin terwujudnya solidaritas dan soliditas semua Pegawai Negeri Sipil dalam memperjuangkan hak-haknya.

 

imagesMemberikan pelayanan secara cepat, tepat, terbuka, dan adil serta tidak diskriminatif

Kegiatan20110811Menjaga dan menjalin kerja sama yang kooperatif sesama Pegawai Negeri Sipil

 

 

PNSSaling menghormati sesama warga negara yang memeluk agama/kepercayaan yang berlainan;

Penegakan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil yang melakukan pelanggaran Kode Etik Pegawai Negeri Sipil dikenakan sanksi moral. Sanksi moral dibuat secara tertulis dan dinyatakan secara tertutup atau secara terbuka oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.

Pernyataan secara tertutup disampaikan oleh pejabat yang berwenang atau pejabat lain yang ditunjuk dalam ruang tertutup. Pengertian dalam ruang tertutup yaitu bahwa penyampaian pernyataan tersebut hanya diketahui oleh Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dan pejabat yang menyampaikan pernyataan. Dalam penyampaian pernyataan secara tertutup dapat dihadiri oleh pejabat lain yang terkait, dengan catatan bahwa pejabat yang terkait tersebut tidak boleh berpangkat lebih rendah dari Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.

Pernyataan sanksi pelanggaran kode etik disampaikan secara terbuka melalui forum-forum pertemuan resmi Pegawai Negeri Sipl, upacara bendera, media masa, dan forum lainnya yang dipandang sesuai untuk itu.

Pegawai Negeri Sipil yang melanggar Kode Etik Pegawai Negeri Sipil selain dikenakan sanksi moral dapat dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil atau tindakan administratif lainnya berdasarkan rekomendasi dari Majelis Kode Etik. Penjatuhan hukuman disiplin bagi Pegawai Negeri Sipil hams berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

SUMBER:http://kuantin1993.blogspot.com/2013/06/etika-pegawai-negeri-sipil.html,http://sdm.ugm.ac.id/new/content/moral-etika-pns

Tugas 2 Kartu Belanja Masa Depan

1. Pendahuluan

Perdagangan sudah ada disepanjang hidup manusia, hanya saja berbeda-beda caranya. Pada masa lalu kita mengenal istilah “barter” dimana proses perdagangan dilakukan dengan tukar menukar barang yang seharga. Seiring berjalannya waktu pun mulai dihadirkannya alat tukar dengan maksud memberikan kemudahan dalam perdagangan. Pada masa sekarang tentunya uang menjadi pilihan yang paling diinginkan sebagai alat tukar. Hingga munculah alat-alat pembayaran yang lebih memudahkan seperti kartu, macam-macam kartu pun hadir, mulai kartu kredit, kartu debit, dan kartu belanja.

kredit

Kartu Kredit

debit

Kartu Debit

belanja

Kartu Belanja

2. Arsitektur Kartu Belanja Masa Depan

Kehadiran kartu-kartu seperti kartu kredit, kartu debit, dan kartu belanja sudah tentu memilki maksud untuk memudahkan kita sebagai pengguna dalam hal bertransaksi. Kita tidak perlu lagi bersusah payah untuk membawa uang yang banyak untuk berbelanja, membayar tagihan dan lain sebagainya, cukup membawa kartu kredit atau kartu belanja yang kita miliki maka transaksi bisa dilakukan (selama terjangkau). Memang kita benar-benar dimudahkan dalam berbagai macam bentuk transaksi, banyak sekali keuntungan, keunggulan dari kartu yang kita miliki tersebut. Namun tidak selalu hal yang menguntungkan tidak memilki kelemahan, banyak resiko juga yang harus kita hadapi tentunya. Resiko yang harus dihadapi tentunya mulai dari kita kehilangan kartu secara tidak disengaja atau juga tindakan kejahatan seperti pencopet, pencurian, penodongan yang setiap saat mengancam kita sebagai pemilik kartu. Penyalahgunaan kartu kredit maupun kartu belanja sangatlah mungkin terjadi, mengingat bahwa proteksi keamanan ketika kartu dipegang oleh orang lain mudah sekali untuk dimanfaatkan. Maka dengan adanya kelemahan yang masih mungkin terjadi, saya sebagai penulis mecoba untuk merancang sebuah sistem pembelanjaan dengan media kartu elektrik yang dapat memberikan proteksi keamanan yang memperkecil kemungkinan penyalahgunaan kartu oleh orang lain.

Kartu belanja masa depan ini dilengkapi dengan voice recognition (pengenal suara) yang disematkan pada kartu belanja tersebut. Mekanisme pembayaran adalah ketika pengguna hendak membayar diharuskan melakukan sinkronisasi data terlebih dahulu dengan mengucapkan kata open ke kartu belanja tersebut sehingga kartu akan aktif yang berarti data sesuai. Jika kita sudah mengaktifkan kartu langkah selanjutnya adalah bagian kasir akan menerima kartu dan kembali melakukan penyesuaian data dengan melihat data identitas pemilik melalui monitor, ini dimaksudkan agar menjamin keamanan transaksi. Apabila data sesuai sudah pasti, tidak perlu waktu lama maka segera transaksi pembayaranpun berlangsung sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tetapi kelebihan kartu ini tidak hanya sampai disitu, kartu yang telah selesai melakukan transaksi akan menon-aktifkan dirinya secara otomatis yang berarti jika pengguna ingin melakukan transaksi lagi, ia harus mengaktifkannya kembali.

Tugas 1 Telematika

Pengertian Telematika

Kata “TELEMATIKA” yang merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang juga dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).

Pemanfaatan Telematika

Teknologi Telematika banyak digunakan dalam berbagai bidang, berikut ini adalah contoh pemanfaatan yang ada:

  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Dari beberapa contoh yang ada seperti diatas, PT. Jasa Marga adalah salah satunya yang memanfaatkan teknologi telematika sebagai traffic monitoring, dengan menggunakan IP Camera. Ini tentu saja sangat mebantu dalam memonitor kondisi lalu lintas di jalan tol secara real time.

Gambaran Umum Traffic Monitoring IP Camera

IP Camera adalah sebuah CCTV (Close Circuit Television) yang terhubung ke internet yang mentransmisikan gambar dan sinyal kendali. Pada awalnya sebuah CCTV hanya digunakan untuk pengawasan di dalam gedung seperti bank, kantor, dsb. akan tetapi, saat ini CCTV telah digunakan untuk mengawasi jalan dan lalu-lintas. Konsep yang diterapkan pada CCTV berbeda dengan televisi broadcast dimana sinyal yang ditransmisikan secara terbuka sedangkan pada CCTV sinyal ditransmisikan secara tertutup.

Untuk pengawasan lalu-lintas sebuah CCTV biasanya menggunakan bantuan protokol internet agar dapat diakses dimanapun dan oleh siapapun. Hal ini sangat berguna untuk melihat kondisi jalan yang akan dilalui oleh para pengguna jalan. Di Indonesia Sendiri telah terpasang beberapa IP Camera oleh beberapa instansi. Ditjen Perhubungan Darat, Jasamarga, dan Telkom adalah beberapa instansi yang telah menyediakan layanan IP Camera dan dapat diakses oleh publik.

Arsitektur Telematika IP Camera

IP Camera dan IP Video didasarkan pada gagasan bahwa setiap komponen individu merupakan bagian dari jaringan TCP / IP. Setiap kamera memiliki alamat IP sendiri yang memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar. Kamera IP tidak perlu mengirim sinyal kembali ke peralatan pengendali, mereka hanya perlu terhubung ke lokasi jaringan terdekat.

IP-CCTV-Overview

Arsitektur IP Camera

IP Camera berbeda dari CCTV tradisional bahwa semua komponen berbasis jaringan. Fungsi pengendalian dan administrasi berasal dari Software yang berjalan pada PC server mana saja dalam jaringan. Kamera IP tidak secara langsung melekat pada hardware. Penyimpanan gambar dapat dikirim ke server yang sama, tetapi juga dapat dialihkan kemanapun pada jaringan ke perangkat penyimpanan jaringan. Hal ini bahkan dimungkinkan untuk memiliki kamera yang telah dibangun dalam administrasi dan kecerdasan sehingga tidak ada komponen lain yang diperlukan.

IP Camera sendiri adalah perkembangan dari predessors analog mereka. Setiap perangkat bekerja secara terpisah dengan kekuatan pemrosesan dan kecerdasan sendiri. Deteksi aktivitas dapat di setup di Kamera daripada perangkat keras yang membatasi lalu lintas jaringan dan menghemat kekuatan pemrosesan pada peralatan kontrol. Kualitas gambar juga jauh lebih baik.

IP Camera menjadi sebuah layanan yang berjalan secara paralel dengan komponen jaringan lainnya seperti email, database, Word Processing, akses internet. Dengan IP Camera juga memungkinkan untuk melihat dan mengelola dari web browser.

Berikut adalah contoh IP Camera bekerja, klik untuk lihat video

SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika, http://b1214ns.students-blog.undip.ac.id/2009/11/07/cctv/,

Trend Micro Bantu Interpol Perangi Kejahatan Cyber

Perancis – Interpol dan Trend Micro baru saja mengumumkan soal kerjasama mereka memerangi kejahatan di dunia maya.

Kerjasama tersebut dilakukan di markas pusat Interpol di Perancis antara sekertaris Jendral Ronald K. Noble dengan CEO trend Micro, Eva Chen. Dalam perbincangan tersebut keduanya sepakat untuk membuat program dan pelatihan penegakan hukum di ranah cyber.

Kerjasama itu termasuk pelatihan keahlian dan praktik terbaik, mencakup modul e-learning, berbasis, lokakarya dan sertifikasi.

Trend Micro juga akan membantu mendukung pengembangan lansiran cyber INTERPOL dengan menyediakan analisis cyber di Interpol Global Complex for Innovation (IGCI) di Singapura pada tahun 2014. yakni cyber-spesific yang dibuat oleh IGCI untuk berbagi informasi mengenai cybercrime. Bukan hanya untuk aparat penegak hukum, tetapi juga masyarakat umum.

“Investigasi kejahatan dunia maya sangat berbeda dengan kejahatan tradisional, membutuhkan keahlian teknis tingkat tinggi dan skala besar penyelidikan lintas yurisdiksi,” kata Sekretaris Jenderal Interpol Ronald K. Noble.

“Sangat penting bahwa penegakan hukum berkolaborasi di seluruh sektor dengan pakar keamanan Internet seperti Trend Micro sehingga dapat mengembangkan keahlian teknis, sarana dan prasarana yang diperlukan untuk secara efektif memerangi cybercrime dan meningkatkan keamanan digital,” tambah Noble, dalam keterangan yang diterima detikINET, Minggu (30/6/2013).

Melalui kerjasama ini, sedikitnya akan ada 190 anggota Interpol yang akan mendapat pendidikan khusus dari Trend Micro untuk memahami seluk beluk dunia cyber.

SUMBER : detiknet.com