PENGARUH BERAS DAN NASI

PENDAHULUAN

Apakah itu beras?kita pasti sudah sama-sama paham dan mengerti.Beras adalah bahan makanan pokok masyarakat indonesia yg berasal dari padi.Beras merupakan hidangan atau sajian utama saat menyantap makanan bagi sebagian besar masyarakat indonesia.Sebelum siap untuk di konsumsi ia masih berbentuk bulir-bulir padi,yang kemudian diolah sedemikian rupa menjadi beras.Tetapi beras tidak hanya dikonsumsi masyarakat indonesia saja.Banyak negara di asia tenggara juga mengkonsumsinya sebagai makanan pokok,bahkan sekarang di seluruh dunia juga.Beras sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita,karena ia menjadi sumber energi pokok dalam tubuh.Kandungan karbohidratnya sangat tinggi.

Indonesia merupakan salah satu negara tropik dengan tanah yang subur. Hal ini menyebabkan aneka jenis tanaman tumbuh subur di Indonesia, tak terkecuali bahan makanan pokok. Beras selama ini mendominasi bahan makanan pokok masyarakat Indonesia, bahan pangan yg berguna sebagai sumber karbohidrat. Bahan makanan ini pun tentunya memiliki nilai gizi yang baik dengan nilai gizi yang cukup tinggi,dibandingkan jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar. Beras merupakan bahan pangan lokal yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia. Tanaman yang tergolong biji-bijian ini memiliki kandungan betakaroten yang cukup tinggi, vitamin, zat besi, dan kalsium. Penanaman beras tersebar luas di seluruh Indonesia,tetapi tidak dapat ditanam pada daerah kering. Perlu pasokan air yang cukup tidak hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber irigasi. Area penanaman padi memang cukup luas dan bisa menghasilkan hasil panen yang cukup banyak.Meskipun terkadang dalam kenyataannya sering kali terjadi gagal panen yang sungguh merugikan petani di Indonesia.Dan masalah itu sering kali menjadi polemik bagi para petani. Tetapi hal tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya beras merupakan bahan pangan yang produktif dan harus dimanfaatkan secara optimal, guna menunjang ketahanan pangan nasional. Perlu perhatian baik sehingga petani tidak terus merugi.

PENGERTIAN BERAS

Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut ‘palea’ (bagian yang ditutupi) dan ‘lemma’ (bagian yang menutupi).Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras.Beras dari padi ketan disebut ketan. Beras sendiri secara biologi adalah bagian biji padi yang terdiri dari aleuron, lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit.endosperma, tempat sebagian besar pati dan protein beras berada, dan embrio, yang merupakan calon tanaman baru (dalam beras tidak dapat tumbuh lagi, kecuali dengan bantuan teknik (kultur jaringan). Dalam bahasa sehari-hari, embrio disebut sebagai mata beras.Sebagaimana bulir serealia lain, bagian terbesar beras didominasi oleh pati (sekitar 80-85%). Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air.Pati beras tersusun dari dua polimer karbohidrat:amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang,amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket.Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras.

Berbagai macam beras dan ketan di Indonesia.Warna beras yang berbeda-beda diatur secara genetik, akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endospermia, dan komposisi pati pada endospermia.Beras “biasa” yang berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Beras ini mendominasi pasar beras. Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu.Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam. Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin.Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam.Beberapa jenis beras mengeluarkan aroma wangi bila ditanak (misalnya ‘Cianjur Pandanwangi’ atau ‘Rajalele’). Bau ini disebabkan beras melepaskan senyawa aromatik yang memberikan efek wangi. Sifat ini diatur secara genetik dan menjadi objek rekayasa genetika beras.

MANFAAT BERAS

Beras dimanfaatkan terutama untuk diolah menjadi nasi, makanan pokok terpenting warga dunia. Beras juga digunakan sebagai bahan pembuat berbagai macam penganan dan kue-kue, utamanya dari ketan, termasuk pula untuk dijadikan tapai. Selain itu, beras merupakan komponen penting bagi jamu beras kencur dan param. Minuman yang populer dari olahan beras adalah arak dan air tajin.Dalam bidang industri pangan, beras diolah menjadi tepung beras. Sosohan beras (lapisan aleuron), yang memiliki kandungan gizi tinggi, diolah menjadi tepung bekatul (rice bran). Bagian embrio juga diolah menjadi suplemen makanan dengan sebutan tepung mata beras.Untuk kepentingan diet, beras dijadikan sebagai salah satu sumber pangan bebas gluten dalam bentuk berondong.Di antara berbagai jenis beras yang ada di Indonesia, beras yang berwarna merah atau beras merah diyakini memiliki khasiat sebagai obat. Beras merah yang telah dikenal sejak tahun 2.800 SM ini, oleh para tabib saat itu dipercaya memiliki nilai nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal). Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg : 0,31 mg).Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, kesemutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang.Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium. Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain. Secara aspek budaya dan bahasa.Beras merupakan bagian integral, dapat dikatakan menjadi penciri dari budaya Austronesia, khususnya Austronesia bagian barat. Istilah Austronesia lebih merupakan istilah yang mengacu pada aspek kebahasaan (linguistik).Pembedaan padi, gabah, merang, jerami, beras, nasi, atau ketan, merupakan salah satu ciri melekatnya “budaya padi” pada masyarakat pengguna keluarga bahasa Austronesia, dan dengan demikian juga bagian dari budaya Austronesia.Sejumlah relief pada candi-candi di Jawa juga memperlihatkan aspek “budaya padi” pada masyarakat setempat pada masa itu.

PENGERTIAN DAN PEMANFAATAN NASI

Nasi adalah beras (atau kadang-kadang serealia lain) yang telah direbus (dan ditanak). Proses perebusan beras dikenal juga sebagai ‘tim’. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan aroma nasi dan membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya. Pembuatan nasi dengan air berlebih dalam proses perebusannya akan menghasilkan bubur.Warna nasi yang telah masak (tanak) berbeda-beda tergantung dari jenis beras yang digunakan. Pada umumnya, warna nasi adalah putih bila beras yang digunakan berwarna putih. Beras merah atau beras hitam akan menghasilkan warna nasi yang serupa dengan warna berasnya. Kandungan amilosa yang rendah pada pati beras akan menghasilkan nasi yang cenderung lebih transparan dan lengket. Ketan, yang patinya hanya mengandung sedikit amilosa dan hampir semuanya berupa amilopektin, memiliki sifat semacam itu. Beras Jepang (japonica) untuk sushi mengandung kadar amilosa sekitar 12-15% sehingga nasinya lebih lengket daripada nasi yang dikonsumsi di Asia Tropika, yang kadar amilosanya sekitar 20%. Pada umumnya, beras dengan kadar amilosa lebih dari 24% akan menghasilkan nasi yang ‘pera’ (tidak lekat, keras, dan mudah terpisah-pisah).Nasi dimakan oleh sebagian besar penduduk Asia sebagai sumber karbohidrat utama dalam menu sehari-hari. Nasi sebagai makanan pokok biasanya dihidangkan bersama lauk sebagai pelengkap rasa dan juga melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Nasi dapat diolah lagi bersama bahan makanan lain menjadi masakan baru, seperti pada nasi goreng, nasi kuning atau nasi kebuli. Nasi bisa dikatakan makanan pokok bagi masyarakat di Asia, khususnya Asia Tenggara. Hidangan nasi sangat populer bagi kita. Nasi merupakan hidangan yang tidak bisa ditinggalkan bagi masyarakat Indonesia, karena itu mengenal masakan nasi dan segala permasalahannya merupakan sesuatu yang penting. Pengolahan nasi tidak bisa terlepas dari kondisi beras sebagai bahan utamanya, dan teknik olah yang digunakannya.

Bahan Makanan Nasi

Bahan makanan yang digunakan untuk membuat hidangan nasi adalah beras. Beras merupakan bahan makanan yang dihasilkan dari padi. Padi berasal dari Asia Tenggara. Secara cepat menyebar ke Asia barat, Cina dan Jepang dimana beras merupakan sumber makanan utama. Pemanfaatannya kemudian menyebar ke Eropa, Nile Delta dan Mediterania. Sekitar tahun 1700 padi diperkenalkan ke USA, dimana sekarang merupakan hasil utama.

Beras merupkan bahan pagan yang berasal dari tanaman padi. Beberapa jenis padi yang terkenal antara lain adalah biji panjang (Long Grain), biji sedang (Medium Grain) dan biji pendek (Short Grain Rice).

Long grain rice lebih sering direbus atau digoreng sementara itu short grain rice lebih disukai untuk pudding beras. Milled rice (padi yang digiling). Padi biasanya mengalami proses penggilingan untuk menghilangkan beberapa bagian lapisan luar atau kulitnya (bran). Banyaknya proses penggilingan menentukan nilai gizi dan cara masak yang terbaik.

Adapun jenis-jenis padi yang ada dipasaran :

  1. Brown rice (padi cokelat) merupakan padi yang dihilangkan sekamnya (hull) tetapi mempertahankan germ dan seluruh kulitnya (bran). Padi ini tanpa digosok (unpolished) dan mempunyai nilai gizi yang tinggi dibandingkan jenis padi lain yang diproses.
  2. Polished atau white rice (padi yang digosok/padi putih) merupakan padi yang lapisan coklat (brown coated) dan sekamnya (bran) telah dihilangkan. Polished rice biasanya dilapis dengan glukosa dan talek agar penampilannya lebih baik dan kualitasnya dapat dipertahankan.
  3. Unpolised rice (padi tanpa digosok) merupakan padi yang sekam dan germ-nya sedikit dihilangkan pada proses penggilingannya.
  4. Converted rice merupakan padi yang varietasnya paling populer digunakan pada servis penyajian makanan. Nilai nutisinya tinggi dan ketika dimasak bentuk dan teksturnya tetap.
  5. Precooked atau nasi instan: tidak begitu bagus, dan nilai gizinya relatif rendah.
  6. Padi yang ditanam oleh Amerika adalah padi yang bersih, kualitas tinggi, tidak pernah disentuh oleh tangan manusia dari ladang sampai pengepakannya. Tidak perlu dicuci sebelum memasaknya.

Pada abad ini produksi beras terus meningkat dengan cepat karena adanya varietas unggul dan teknologi pertanian yang maju. Beras merupakan sumber utama pangan bagi separuh penduduk dunia dan permintaannya pun terus meningkat.

Orang-orang Amerika Utara mengkonsumsi beras sekitar 10 pound (5 kg) per kapita per tahun sedangkan oran-orang Asia mengkonsumsi beras sekitar 200 pound per kepala per tahun. Untuk membuat berbagai macam hidangan dari beras diperlukan jenis beras yang berbeda.

Macam-macam Hidangan Nasi

a. Bubur

Bubur adalah makanan dari beras yang menggunakan bahan cair yang berupa air, kaldu atau santan. Pengolahan bubur menggunakan bahan cair yang lebih banyak dari pada nasi. Umumnya bahan cair yang digunakan untuk memasak bubur adalah 1:4 atau 1:6.

Ada beberapa macam bubur yang berasal dari beras antara lain:

1) Bubur biasa

Bahan dasar beras dengan menggunakan bahan cair air, kaldu atau santan. Pengembangannya bisa disajikan sebagai hidangan sarapan pagi, yang disajikan dengan kuah, bubur bisa disajikan sebagai hidangan selamatan misalnya bubur merah putih dan
bubur asyura.

2) Bubur Menado

Hidangan khas dari Menado, bubur dimasak dengan ubi, jagung dan sayuran. Bubur ini disajikan dengan ikan goreng dan sambal tomat.

3) Bubur Ayam

Bubur ayam berasal dari makanan China. Menggunakan bahan cair kaldu, selain ayam goreng yang menjadi pelengkapnya, juga menggunakan ati dan rempela, telur, tongcai, dan ditaburi dengan bawang goreng.

b. Nasi Tim

Mengolah nasi tim dengan teknik au ban marie atau memasak dengan dua panci sekaligus. Nasi yang dihasilkan dengan teknik mengetim ini adalah nasi yang lunak. Awalnya nasi tim hanya diolah untuk makanan bayi, anak-anak dan orang sakit, namun dalam perkembangannya, nasi tim menjadi nasi yang istimewa, sehingga menjadi nasi tim dijadikan jajanan sepinggan seperti nasi tim ayam, nasi tim telur asin dan sebagainya.

Pengolahan nasi tim sebagai berikut:

  • Beras yang sudah dibersihkan, dimasukkan ke dalam panci tim.
  • Tambahkan bahan cair . Untuk 100 gr beras dibutuhkan 400 cc bahan cair.
  • Masukkan bumbu dan bahan lain, misalnya daging, hati, sayuran.
  • Masukkan panci yang sudah berisi bahan-bahan, kedalam panci lain yang lebih besar.
  • Bagian bawah panci, harus terendam air
  • Masaklah dengan teknik au bain marie.
  • Sajikan.

c. Nasi liwet

Meliwet adalah cara pengolahan yang dimatangkan secara langsung dalam air mendidih. Nasi liwet adalah nasi yang diolah dengan cara diliwet, bahan cair yang digunakan untuk membuat nasi liwet ini adalah air, kaldu atau santan. Salah satu hidangan khas kota Solo adalah nasi liwet solo, yaitu nasi yang diliwet menggunakan santan, sajikan dengan sambal goreng jipang, ayam dan telur yang diopor. Penyajian makanan dengan dipincuk daun, atau dipiring makan yang dialas dengan daun pisang.

d. Nasi Kukus

Mengukus nasi merupakan pekerjaan yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Mengukus adalah cara pengolahan dimana bahan makanannya diletakkan dalam alat tertentu (misalnya kukusan) dan selanjutnya dimatangkan dengan uap air. Uap air ditimbulkan dari air yang mendidih di bawahnya. Alat untuk mengukus nasi adalah dandang, kukusan atau risopan.

Tahapan mengukus nasi, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Dandang diisi air setinggi ujung kukusan, kemudian ditutup dan didihkan.
  • Setelah air mendidih, beras dimasukkan dan ditutup
  • Setelah beras mengembang, angkat dari kukusan dan diaru dalam pengaron (alat seperti baskom, tetapi dibuat dari tanah liat) atau baskom, kemudian dituangi air mendidih.
  • Dandang didisi lagi dengan air dan didihkan kembali, kukusan dimasukkan dan ditutup kembali.
  • Beras aron dimasukkan dalam kukusan dan selanjutnya dikukus sampai masak. Setelah nasi masak, tempatkan dalam tempat nasi, lalu dibulak balik dengan sendok kayu sambil dikipas sehingga nasi menjadi pulen dan tidak lekas basi.

e. Nasi Goreng

Nasi goreng adalah nasi yang menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat Indonesia. Sesungguhnya nasi goreng ini adalah left over atau nasi sisa yang dingin yang dimanfaatkan kembali untuk sarapan pagi, yaitu dengan cara mengolah kembali bahan makanan dalam penggorengan yang berisi minyak goreng, mentega atau margarine yang cukup panas. Namun dalam perkembangannya nasi goreng ini menjadi nasi yang sangat spesial, karena sangat fleksibel untuk divariasikan dengan berbagai bahan yang lain, sesuai dengan ketersediaan bahan di berbagai daerah.

Sekarang kita mengenal nasi goreng babat, nasi goreng daging kambing, nasi goreng pete, nasi goreng ikan asin dan sebagainya, dengan berbagai teknik penyajian yang menarik. Nasi goreng ini tidak hanya digunakan untuk hidangan makan pagi, tetapi juga sebagai salah satu pilihan menu istimewa dalam hidangan buffet, pilihan hidangan makan siang atau makan malam yang disediakan oleh restoran.

f. Nasi yang Dibungkus Daun

Ada beberapa nasi yang dibungkus daun. Nasi yang dibungkus daun ini membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dalam mengolahnya dibanding dengan nasi yang diliwet atau di kukus. Hal ini disebabkan karena nasi yang dibungkus menuntut isi yang padat, homogen, teksturnya lebut masak dengan sempurna. Daun yang digunakan untuk membungkus adalah daun pisang, daun kelapa muda, atau daun bambu.

Contoh jenis olahan nasi yang dibungkus daun antara lain arem-arem, lontong, ketupat dan bakcang.

1) Arem-arem

Arem-arem dibuat dari beras yang diaru dengan santan dan garam, dibungkus dengan daun pisang, diisi dengan lauk pauk, bisa sambal goreng, osengoseng atau lainnya. Setelah dibungkus arem-arem dikukus hingga masak. Arem-arem ini ada yang dibungkus dadar telur dahulu pada bagian dalamnya, sebelum daun pisang pada bagian dalamnya.

2) Lontong

Lontong dimasak dengan cara direbus, dimana nasi yang telah dibungkus daun dimasukkan ke dalam air dan dimasak selama 4-5 jam. Untuk mendapatkan lontong yang baik beras yang sudah dicuci diberi sedikit kapur sirih agar warna dan tekstur nya menjadi lebih baik.

Membuat kulit lontong yang sempurna bisa dilakukan dengan pertolongan sebuah pipa, sehingga mendapatkan bentuk lontong dengan garis tengah 2 ½ sampai 4 cm dan panjang 15 – 20 cm.

Teknik yang dianggap lebih praktis, adalah dengan dimasukkan pada loyang yang berbentuk selinder dan dapat dibuka, sebelum diisi loyang dialas daun, sehingga setelah direbus, loyang dibuka, bentuk lontong akan tetap seperti pipa. Lontong disajikan dengan berbagai lauk dan sayur, misalnya sate, sayur lodeh, sayur kare, opor, sambal goreng dan lain-lainnya.

3) Ketupat

Ketupat merupakan nasi yang dibungkus dengan daun kelapa muda yang dianyam khusus. Bentuknya bisa segitiga, segi empat, segi lima. Beras yang setelah dicuci diberi sedikit kapur sirih, diisikan ke dalam anyaman ketupat. Setelah itu rebus selama 4 – 5 jam untuk mendapatkan ketupat dengan tekstur yang diinginkan. Ketupat menjadi hidangan yang khas di hari Lebaran, pada berbagai daerah di Indonesia, disajikan dengan opor ayam, dan sambal goreng.

4) Bak cang

Bak cang adalah hidangan nasi yang diisi, dan dibungkus dengan daun bamboo. Sudah bisa diduga bahwa bahwa bakcang ini bukan makanan asli Indonesia, tetapi dibawa oleh masyarakat China. Bakcang sesuai dengan nama hidangannya, berisi daging babi, namun dalam perkembangannya bakcang disesuaikan dengan agama dan budaya yang dianut bangsa Indonesia, bakcang diisi daging sapi atau daging ayam.

g. Nasi Istimewa

Nasi istimewa merupakan nasi yang dihidangkan sangat special, karena nasi ini dibuat untuk keperluan tertentu, dengan standar tertentu, yang kadang tidak boleh dilanggar.

Beberapa nasi istimewa dapat antara lain adalah :

1) Nasi Gurih atau nasi Wuduk;

Nasi ini digunakan untuk selamatan. Nasi gurih dengan bahan cair santan, ditambah bumbu-bumbu dan dikukus. Nasi ini dihidangkan dengan berbagai macam lauk pauk.

Lauk pauk yang biasa disertakan adalah ayam yang digoreng, atau dibumbu opor, dibuat ingkung. Daging yang diberi bumbu terik atau lainnya, telur yang direbus, direndang atau diasin. Sambal goreng, bisa dari bahan tempe, daging atau labu siam. Jenis kerupuk atau lempeng, rempeyek kacang tanah, kacang kedelai, atau teri. Lalapan yang terdiri dari mentimun, kol, tauge, kemangi, pete atau jengkol yang diiris, dan sambal pecel yang kering.

2) Nasi Kuning

Nasi ini dibuat seperti nasi gurih, tetapi diberi warna kuning dari kunyit, dan sedikit air jeruk nipis agar mendapat warna kuning yang cerah. Untuk mendapat nasi kuning yang mudah dibentuk bisa ditambah dengan campuran beras ketan (I kg beras : 5 sdm beras ketan).

Nasi kuning biasa disajikan dengan ayam goreng, prekedel kentang, sambal goreng tempe kering, telur dadar, lalapan ketimun dan kemangi, dan emping goreng.

h. Tumpeng

Banyak sekali jenis tumpeng yang ada dalam masyarakat Jawa. Para peneliti telah berhasil mengidentifikasi lebih dari 40 jenis tumpeng.

Pada kebudayaan Jawa, pergantian daur kehidupan atau awal dimulainya sesuatu pekerjaan, selalu dianggap sesuatu yang istimewa, dan tumpeng selalu dijadikan sarana atau simbul pada acara-acara tersebut. Hal ini tidak lain dilakukan guna memohon keselamatan dalam setiap pergantian daur kehidupan atau suksesnya suatu pekerjaan yang akan dikerjakannya. Tumpeng Bentuk tumpeng yang kerucut melambangkan keadaan dunia alam raya dan isinya.

Bermacam-macam jenis tumpeng yang biasa terdapat di masyarakat antara lain: tumpeng alus, tumpeng among-among, tumpeng asrep-asrepan, tumpeng blawok, tumpeng biru, tumpeng damar, tumpeng damar murub, tumpeng duplak, tumpeng golong, tumpeng gudangan, tumpeng gundul, tumpeng gurih, tumpeng inthuk-inthuk, tumpeng janganan, tumpeng jene, tumpeng kencana, tumpeng kendhit, tumpeng kuning, tumpeng langggeng, tumpeng mancawarna, tumpeng megono, tumpeng pitu, tumpeng pungkur, tumpeng rajeg dom, tumpeng rapa, tumpeng rasulan, tumpeng robyong, tumpeng ropoh, tumpeng suci, tumpeng tulak, tumpeng wajar / lawaran dan tumpeng urubing damar.

PENGARUH BERAS DALAM KEHIDUPAN

Demikianlah tadi kita sudah mengenal sedikit tentang beras dan nasi. Kini saya akan membawa anda menuju pengaruh secara langsung dari beras dan nasi tadi. Hal tersebut ternyata bisa kita jjumpai dalam kehidupan sehari-hari secara langsung. Seperti yang terjadi seperti kisah di bawah ini.

Sekali perstiwa ketika seorang pimpinan perusahaan multi-level-marketing berbicara didepan calon pelanggan memperkenalkan produknya, dia mengawali presentasinya dengan mengatakan bahwa pengusaha saat ini kalau tidak mau ketinggalan zaman harus bicara soal “organic”. Pengusaha itu menawarkan beberapa jenis suplemen nutrisi yang menurut labelnya mempunyai komponen-komponen yang keseluruhannya adalah bahan organik yang diproses secara modern. Tetapi disini akan dibicarakan perihal beras organik. Telah banyak beredar dan tersedia di swalayan-swalayan besar kecil beras dalam kantong plastik berlabel “organik”, atau “produk organik” atau “diproses secara organik”, atau “hasil pertanian/tani organik” dll. Menurut Ir.Sudaryanto pertanian organik itu pertanian yang memperhatikan seluruh bagian atau organnya dalam pertanian itu. Orang lain menyebut juga sebagai pertanian akrab lingkungan, pertanian ramah lingkungan atau juga pertanian alami, bahkan ada yang menyebut pertanian lestari.(sustainable agriculture).

Kalau anda bertanya kepada penjual apa artinya beras organik tidak ada yang dapat memberi jawaban memuaskan, artinya tentu ada hal-hal yang penjual tidak tahu bagaimana yang sebenarnya. Ada sebuah kemasan 5 kg beras organik. Pada labelnya tertulis: “mBok Sri” – Jaringan Petani Lestari HPS Kulon Progo, dengan tambahan catatan-catatan tertulis pada kemasan itu:

1. Untuk menjamin produk yang baik kami sarankan Anda memesan lebih dahulu.

2. Bebas pestisida dan pupuk kimia dalam proses produksi

3. Membangun kesehatan tubuh.

4. Membantu pelestarian alam dan lingkungan

5. Membantu pemberdayaan petani kecil.

6. (dengan tanda kotak-kotak kecil maksudnya bias jadi pilihan nama jenis padi) Pandan wangi, Merah, Rojolele, Mentik putih.

7. (tertulis dalam kolom masing-masing) kiri : Baik digunakan sebelum……. Kanan: Kode Produsen…… (titik-titik masih kosong).

Dari ketujuh keterangan tersebut dalam kutipan diatas: butir 1,3,4,5 adalah saran untuk dan pendapat penjual/produsen tentang konsumen yang bakal membeli beras itu. Sedangkan keterangan yang langsung menyangkut beras itu sendiri disebut pada butir 2, tentang proses produksi, butir 6, tentang nama jenis padi, dan 7 (a) tentang sampai kapan beras baik dipergunakan.

Marilah kita coba pahami makna “organic” sejauh melekat pada beras yang mau kita beli. Secara phisik dan kasat mata beras organic dan non organic tidak dapat dilihat dan diukur ditandai secara tegas oleh calon pembeli. Perbedaan beras organik dan non organik dilihat dari nasi sehabis ditanak pun hampir tidak berbeda. Issue dikalangan petani sendiri, bahwa beras organik lebih tahan lama / tidak cepat basi, belum ada penjelasan mantap. Tetapi penelitian sebuah tim dari Universitas SUPRA Semarang Mei 1998, membantah bahwa itu akibat pengaruh aplikasi Pupuk buatan dan pestisida. (Kajian Tentang Pengaruh Aplikasi Pupuk Buatan dan Pestisida pada Tanaman Padi terhadap kwalitas Nasi. Ir.Lindayani MP.;Ir.Budi Widianarko,M.Sc.; Ir. Ch.Renaningsih, Fac.Pertanian UNIKASUPRA Semarang, Mei 1998). Yang boleh dibuktikan hasil penelitian pula bahwa akibat sifat kimia banyaknya kandungan Amilosa, Kadar Serat Pangan, Kadar Proksimat pada nasi beras Pandan wangi organik yang optimal berguna untuk kesehatan bagi penderita diabetes dan penderita masalah gula darah. (Skripsi Sdr. Yanuar Kurnia Sanusi pada Fak.Pertanian UNIKA SUPRA, Semarang 2007) Penjelasan dari analis bahan makanan tidak membantu dalam waktu kita dipasar memilih beras yang akan dibeli. Memang pada saat akan membeli beras biasanya orang hanya dapat melihat tulisan tentang jenis padinya seperti Pandan wangi, Mentik wangi, Rojolele dsb sebagaimana tertera pada label kemasan. Jenis-jenis beras local Jawa yang pada umumnya dipandang enak, pulen, dan khususnya rojolele merupakan jenis unggulan enaknya terkenal sejak dahulu. Jenis local itu pernah hampir punah ketika Pemerintah memberlakukan program Panca Usaha tani dimana harus ditanam jenis padi hibrida yang berumur pendek kendati jenis ini menuntut unsur N yang dipenuhi dengan pupuk kimia.(urea, NPK).

Apabila kita tidak dapat membedakan beras organik atau non-organik berdasarkan bentuk warna atau besar kecilnya beras, kita juga tidak dapat melihat proses penanamannya, dengan atau tanpa pupuk kimia, maka salah satu petunjuk yang disarankan adalah menerima saran butir pertama yang tertera pada label “mBok Sri” terkutip dimuka. Jaminan kwalitas harus dipercayakan pada hubungan dan kepercayaan pada produsen langsung. Kita perlu mengenal produsen beras organik. Beras organic ditanam tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Artinya kita percaya bahwa penggunaan pupuk dan pestisida kimia tidak mempengaruhi beras yang akan kita beli. Sawah adalah lahan areal yang kecuali tanah juga harus ada air, pasti ada angin dan ada sawah tetangga, ada lingkungan kota dan tempat hunian. Maka kita sebaiknya mengenal situasi dan kondisi sawah dan system pengairan serta kondisi lingkungan sawah dimana padi yang berasnya mau kita beli. Sumber air yang mengairi sawah melewati daerah hunian bahkan mungkin industry. Pencemaran air sawah dapat dibayangkan sehingga kemurnian proses alami produk organic/ beras yang akan kita beli dapat diperkirakan. Masih lagi perlu diketahui bahwa Budidaya beras organik oleh banyak petani dikerjakan diatas lahan yang sebelumnya digunakan untuk menanam tanaman yang tidak organik, misalnya pada musim panas ditanam melon, sayuran, bunga dlsb yang tidak organik. Sisa-sisa bahan kimia dari pupuk dan pestisida mengurangi kwalitas keorganikan. Belum lagi memang ada kesengajaan penggunaan sistem semi organic pada awalnya. Yaitu pada masa transisi dilakukannya system budidaya dengan pupuk kimia (disebut budidaya konvensional) diubah dengan system budidaya organic, petani sering merasa tidak mantap melihat tanamannya tidak segera nampak hijau, maka diberikannya sedikit atau banyak pupuk kimia. Di masa transisi itu terjadi masa konversi / perubahan system budidaya. Dari penjelasan panjang itu sebenarnya hanya mau diperlihatkan bahwa sebagai calon pembeli beras sangat sulit kalau kita harus meneliti semua factor yang disebut dimuka.

Dalam situasi tidak pasti dalam menentukan macam seperti apa beras organic, issue dan kesaksian banyak orang tetap mengkedepan betapa beras organic yang diolah alami bebas pestisida dan unsur kimia pabrik, tetap merupakan favorit sebagai pendukung kesehatan manusia.

Dewasa ini dibanyak daerah, sebut saja Kabupaten Bantul, Kulon progo, Sleman, Purworejo, Banyumas, Purbalingga, Purwokerto, Indramayu, dan masih banyak daerah lain lagi, dimana banyak petani organik yang menanam padi dan atau sayur. Mereka terdorong oleh beberapa factor :

  1. Dorongan Pemda yang melihat kedepan menyongsong era ekonomi pasar bebas dan untuk peningkatan inkam penduduk,
  2. Dorongan dan pendampingan LSM peduli lingkungan hidup dan pertanian akrab lingkungan
  3. Semakin mahalnya pupuk kimia
  4. Semangat petani sendiri yang sadar lingkungan, upaya menemukan inovasi-inovasi dalam kehidupan pedesaan.

Maka tidak mengherankan bila butir 4,5, tulisan pada label mBok Sri dapat dibaca “membantu pelestarian lingkungan” dan “membantu pemberdayaan petani kecil”. Itu berarti bahwa konsumen beras organic selain diajak mempertahankan kesehatan tubuh melalui pola makannya, juga diajak berpartisipasi dalam memberdayaan (baca: menolong) orang kecil, dan juga melestarikan lingkungan hidup. Petani sebagai Produsen membutuhkan Konsumen. Konsumen membutuhkan jaminan mutu barang yang mau dibeli, demi kenyamanan proses jual beli, demi kepentingan pelbagai kerjasama ekonomi, demi kesehatan, demi partisipasi social, dll. Jawaban yang harus dikemukakan adalah bahwa hendaknya Pemda memberikan outlet-outlet pag petani produsen beras. Sebab petani sendiri pasti tidak mampu, karena kepemilikan lahan yang sempit produk beras petani organik yang mau dijual dari satu persatu petani relatip sedikit. Pada outlet bersama itu perlu dilengkapi kesediaan modal bantuan chas bagi petani dan petugas pemberi informasi bagi konsumen. Jawaban berikutnya mengatasi semua hal tersirat diatas adalah bahwa outlet tersebut mampu pula menggalang relasi, komunikasi, forum kerjasama, antar produsen dan kondumen, antar petani dan konsumen hasil produk pertanian. Dari sana terjadi pasar yang fair dan adil, baik bagi petani maupun calon konsumen produknya. Pemerintah dan banyak pihak telah ada yang berupaya memfasilitasi, semoga semua pihak terpanggil untuk peduli dan bergabung.Lagi-lagi beras bertahan menjadi komoditi politis.

KESIMPULAN

Dari semua yang telah kita bahas anda pasti bisa mengambil kesimpulan dari pembahasan di atas sesuai tema. Beras memiliki hubungan yang sangat jelas dan akrab,karena nasi memang berawal dari sebutir beras. Selain itu kebutuhan manusia akan beras sangatlah tinggi terutama di indonesia yang dalam konteksnya menjadi sumber makana pokok. Jadi cukup jelas bahwa beras dan nasi memiliki pengaruh yang cukup besar dalam hidup kita ini. Seperti kisah di atas yang pada akhirnya mentimpulkan bahwa beras menjadi sumber komoditi politis. Karena memang dalam kenyataannya sedemikian adanya,bukan menjadi sebuah perbaikan untuk mencapai kemakmuran malah menjadi bahan politik. Tetapi semua bisa berjalan baik bila semua dimanfaatkan dngan sebaik-baiknya sehingga menjadi seuatu yang positif. Maka sekali lagi saya tegaskan kita harus memanfaatkan dengan baik sumberr yang ada seperti beras yang di olah menjadi nasi yang memiliki banyak sekali faedahnya.

Kutipan : http://id.wikipedia.org/wiki/Beras, http://id.wikipedia.org/wiki/Nasi, ttp://www.smallcrab.com/makanan-dan-gizi/602-mengenal-bermacam-macam-hidangan-dari-nasi-di-indonesia,http://sosbud.kompasiana.com/2010/01/20/beras-produk-pertanian-organik/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s