We Know Nothing Dan We Know All Thing

We know nothing dan We know all thing?! Mungkin sebuah pernyataan yang asing bagi telinga kita, karna secara tidak sadar kita tidak pernah menyadari hal  itu. Selalu saja sibuk dengan pemikiran masing-masing yang sebenarnya tidaklah penting. Setelah melalui proses pemikiran yang panjang, pernyataan tersebut merupakan sebuah  kondisi yang tanpa disadari kita alami dalam kehidupan. Sebagaimana kita berada di bumi ini dalam keadaan we know nothing atau belum tahu apa-apa hingga kita tahu tentang segalanya. Tuhan Yang Maha Esa memberikan kepada kita sesuatu yang sangat berharga, dan pemberian itulah yang membedakan kita dengan makhluk hidup lainnya yang diciptakan Tuhan, yakni apa yang disebut dengan “akal”, dengan akal tersebut kita di printah untuk berpikir. Mencari tahu apa sajakah yang ada di atas permukaan bumi ini, menganalisis sesuatu, serta menemukan akar permasalahannya, selanjutnya ditemukan solusi dan alternatif untuk pemecahannya, kemudian diberikan kesimpulan dan beberapa rekomendasi sebagai suatu proses dari rasa keinginan tahuan terhadap suatu persoalan. Salah seorang pakar bidang Antropologi Koentjaraningrat mengatakan bahwa ciri khas manusia adalah bahwa ia selalu ingin tahu dan setelah ia memperoleh pengetahuan tentang sesuatu, maka segera kepuasannya disusul lagi dengan kecendrungan untuk ingin lebih tahu lagi. Semakin jauh dan begitulah seterusnya, hingga tidak sesaatpun ia sampai pada kepuasan mutlak untuk menerima realitas yang dihadapinya sebagai titik terminasi yang mantap akan keingintahuannya. Sifat keingintahuan tersebut kalau direnung-renung dengan akal sehat, merupakan kodrati manusia seacara alami, keingintahuan” terhadap sesuatu merupakan sesuatu yang mutlak dilakukannya berulang-ulang. Secara langsung sifat tersebut teraplikasi di dalam dirinya terutama dalam kehidupan kesehariannya.

WE KNOW NOTHING

Apa yang kita ketahui sebenarnya?! Kita  tampaknya akan mengetahui segalanya, tapi kita tidak tahu apa-apa seperti itu…

Setiap tindakan memiliki reaksi di bangun dan reaksi setiap harus memiliki beberapa tindakan sebelumnya. Tidak ada yang terjadi di dunia ini tanpa alasan apapun. Penyebab efek mendahului. Memastikan dualitas ini sebab dan akibat adalah apa yang kita sebut ilmu pengetahuan dalam akal sehat kita dan ini juga merupakan tujuan dasar filsafat. Dan di sini menggabungkan konsep sains dan filsafat dan pengetahuan manusia dikonseptualisasikan secara holistik. Sedangkan ilmu mengeksplorasi alam, filsafat menggali jauh ke dalam disangkal dunia manusia. Baik dunia manusia dan alam adalah alam dieksplorasi untuk memastikan penyebab efek dualitas pengetahuan. Ini tidak berarti bahwa ilmu pengetahuan telah menemukan segala sesuatu atau dapat menemukan semuanya. Itu jelas keterbatasan sains. Apa yang tidak diketahui saat ini dapat atau mungkin diketahui beberapa hari. Tapi kita tidak bisa mengatakan bahwa apa yang tidak diketahui sampai sekarang tidak dapat diketahui dan yang mutlak dalam ranah mistisisme atau supernaturalisme. Begitu banyak sehingga supernaturalisme atau mistik akan menentukan istilah apa yang diketahui atau apa yang tidak dapat diketahui secara absolut. Apakah supernaturalisme atau mistisisme memiliki kekuatan semacam itu yang diperhitungkan? Dalam kenyataan sebenarnya tidak ada yang disebut gaib atau mistik. Jika kita membawa beban supernaturalisme atau mistik, kita harus mengatakan bahwa itu adalah takhayul. Takhayul tidak lain hanyalah gelap ketidaktahuan kita yang membawa kita ke dunia iman buta. Ini blinds visi kami sedemikian rupa sehingga kita tidak bisa melihat alasan dalam mengeksplorasi kebenaran. Kita tahu banyak misteri alam dan kita tidak tahu banyak misteri alam. Apa yang kita tidak tahu adalah umumnya dibungkus dalam misteri dan apa yang dibungkus misteri bisa atau mungkin membukanya untuk pengetahuan kita dengan pengembangan kecakapan kita ingin tahu dan kognitif. Dengan kekuatan pengetahuan empiris yang kami miliki kami telah terurai banyak misteri alam semesta dan dengan kekuatan yang hanya kita masih dapat mengungkap banyak misteri. Ini adalah proses tidak pernah berakhir dan terus berkembang prinsip sistem pengetahuan kita. Tidak hanya itu, proses yang meliputi heuristik sehingga menemukan kebenaran yang kita inginkan dengan anggapan dan asumsi berdiri uji keuntungan masa lalu kita pengetahuan dan pengalaman. Bahkan kemudian kita tidak bisa mengatakan bahwa kita mengetahui kebenaran atau kami memiliki pengetahuan mutlak. Sebenarnya apa yang kita ketahui sebagai kebenaran hanyalah perkiraan untuk kebenaran dan pengetahuan yang mutlak hanya tetapi relatif. Dalam sejarah epistemologi kita tahu banyak kebenaran atau pengetahuan yang kemudian berbalik memusuhi tantangan baru yang ditimbulkan oleh perkembangan selanjutnya. Jadi, pengetahuan atau kebenaran adalah evolusi dan selalu berkembang. Dalam hal ini, kebenaran adalah perkiraan untuk kebenaran dan pengetahuan yang mutlak adalah relatif. Kita selalu tahu sesuatu dari segala sesuatu tetapi tidak semuanya dari segalanya. Dan jika demikian, kita tidak pernah tahu kebenaran dan kita tidak bisa tahu apa-apa seperti itu. suchness itu? kebenaran tetap sulit bagi kita. Misteri ini menyeret kita ke suatu pengembaraan tanpa akhir menjadi misteri alam semesta.

WE KNOW NOTHING IS BETTER WE KNOW ALLTHING? Mengapa demikian? Bukankah mengatahui segala hal lebih baik di banding tidak mengetahui hal apa pun?!  Mungkin kita pernah mendengar pepatah yang berbunyi “manusia tidaklah pernah puas”, saya menangkap pepatah ini dalam dua pengertian yakni negatif dan positif. Negatif karena terkadang dalam kehidupan ekonomi manusia tidak pernah puas akan apa yang telah dimilikinya dan terus mencoba melebihi apa yang sudah jadi batas kemampuannya, sehingga hidupnya bersifat konsumtif bukan lagi produktif. Positif karena manusia tak pernah puas akan ilmu, pengetahuan, informasi, dsb yang dimilikinya sehingga manusia akan terus dan terus belajar dalam kehidupannya. Inilah maksud dari “We Know Nothing” sebagai manusia terus belajar dan menggali ilmu adalah hak tiap-tiap individu. Karna setiap negara telah mengaturnya dalam perundang-undanagn yang konkrit,contohny negara kita indonesia dalam UUD pasal selian. Dalam menggali ilmu (pendidikan) biasanya kita langsung berpikir tentang sekolah padahal menggali ilmu itu sendiri dibagi menjadi 2 macam, formal dan non formal. Pendidikan formal, merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal: paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Program – program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF), Pendidikan Kesetaraan A, B, C, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Magang, dan lain sebagainya. Dalam dunia yang terus berkembang, tentu kita dituntut untuk terus belajar dan menggali informasi. Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam menggali informasi baik itu membaca, bergaul, bermain, dsb kita bisa mendapatkan informasi bahkan belajar suatu hal. Kita harus membuka wawasan kita ke lingkungan sekitar, kita harus membuka mata dan telinga akan apa yang ada di sekitar kita karena apa yang kita dapatkan di sekolah maupun perkuliahan tidak akan bermakna jika kita tidak mengaplikasikannya di masyarakat. Di era globalisasi ini setiap individu memang dituntut lebih kreatif, kekreatifitasan ini tentu bisa didapatkan dari masyarakat. Orang yang menutup mata-telinganya akan apa yang ada dan terjadi di masyarakat tidak akan pernah berkembang. Menutup mata-telinga maksudnya adalah tidak mau mencari akan informasi dari lingkungan sekitar, baik itu dalam dunia nyata maupun dunia maya. Belajar tentu harus memiliki motivasi tertentu, mengapa demikian?! Ini dikarenakan belajar haruslah berdasarkan niat dari diri individu itu sendiri. Dengan adanya niat yang kuat akan muncul suatu motivasi yang membuat belajar menjadi semakin mengasyikan. Belajar yang monoton akan menimbulkan suatu kejenuhan. Inilah yang sedang marak terjadi di pendidikan Indonesia. Begitu banyak tuntutan kepada murid baik itu tugas maupun materi pada kurikulum yang padat dan berubah-ubah. Saat saya di SMA, guru saya pun ikut kerepotan akan kurikulum pendidikan yang padat dan kerap kali berubah. Menurut saya situasi seperti inilah yang membuat siswa-siswi stress, terbebani dalam belajar, dsb. Hal tersebut bisa kita lihat dari perilaku siswa-siswi di sekolah seperti  bolos sekolah, nongkrong setelah pulang sekolah (dengan anggapan untuk refreshing), dsb. Mungkin ada benarnya kalau belajar itu tidak boleh enaknya saja, namun kita seharusnya mencontoh negara maju yang memiliki system pendidikan lebih efektif. Kita ambil contoh dari Jepang, berikut adalah salah satu sekolah menengah atas ternama di negeri matahari tersebut.

WE KNOW ALL THING

Kita telah membahas apa maksud dari “WE KNOW NOTHING” , belajar dalah kata kata kuncinya. Lalu bagaimana dengan “WE KNOW ALLTHING” mengapa mengetahui segala hal tidak jauh lebih baik daripada mempelajari berbagai hal? Mengetahui berbagai hal memang didambakan setiap orang, karena ini terkesan menggambarkan orang yang cerdas, pandai, berwawasan luas, dsb. Namun tahukan kalian akan dampak yang negatif dari “WE KNOW ALLTHING” ini? Kadang orang yang sudah mengetahui segala hal akan menjadi sombong dan malas, karena dia merasa dirinya telah mencapai titik puncak dari suatu pengetahuan. Ini juga bisa berdampak ke hubungan sosial, orang di sekitarnya tidak akan memiliki interesting dalam berbicara dengan dirinya. Ini hanya sebagai contoh mengapa “WE KNOW ALLTHING” tidak lebih baik dari “WE KNOW NOTHING” karena menurut saya ini hanyalah perbedaan paham dan cara kita memandang bagaimana kita menghadapi ilmu pengetahuan dan informasi di sekitar kita. Mudah saja, orang yang berfikiran “WE KNOW NOTHING” akan terus berkembang dibandingkan dengan orang yang berfikiran “WE KNOW ALLTHING”. Tom Krause mengatakan bahwa “Jika kau hanya melakukan apa yang kau tahu bisa kau kerjakan, kau tidak akan bisa berbuat lebih.” Tom Krause (1934), motivator, guru, dan pelatih”. Kalimat emas ini jelas menggambarkan jika kita hanya melakukan apa yang kita bisa dan ketahui itu hanyalah akan menjadi sia-sia, karena kita tidak akan mendapatkan hal yang berguna untuk masa depan kita. Mencoba hal baru adalah hal yang dianjurkan dalam quotes ini, karena dengan bereksperimen akan hal yang belom pernah kita lakukan akan memberikan pengetahuan baru yang tentunya akan berguna untuk masa depan kita. Kita tahu pengalaman adalah guru yang paling baik, maka dari itu dengan kita mencoba berbagai hal kita akan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang membuat kita menjadi semakin matang. Masa muda adalah masa yang berapi-api, begitulah yang dikatakan oleh raja dangdut Indonesia bang haji Rhoma Irama. Menurut saya hal ini sangat positif dalam pengertian semangat yang tinggi dalam meraih cita-cita juga berbagai hal tentang hidup. Hal tersebut juga bisa digunakan di berbagai macam hal, sebagai contoh berikut ini adalah tips untuk menjalankan bisnis dari sebuah pengalaman. Orang yang belajar dari pengalaman hidupnya adalah orang yang tergolong “WE KNOW NOTHING” karena dia selalu belajar akan apa yang pernah dialaminya maupun akan apa yang ada di depannya. Dengan terus belajar dan berdoa tentu bisa meraih sukses. Tanpa perlu meniru orang lain kita pun bisa meraihnya dengan cara kita sendiri. Socrates “Bagi saya, all I know is that I know nothing , karena ketika aku tidak tahu apa keadilan, aku tidak akan tahu apakah itu semacam kebajikan atau tidak, atau apakah orang yang memiliki itu bahagia atau tidak bahagia”. Diogenes Laertius Socrates seperti dikutip dalam Kehidupan Eminent Filsuf  ku tahu apa-apa kecuali kenyataan ketidaktahuan saya. Seringkali ketika melihat massa hal untuk dijual, ia akan berkata pada dirinya sendiri, ‘Berapa banyak hal Aku tidak membutuhkan! ” Memiliki paling sedikit ingin, saya terdekat kepada para dewa. Hanya ada satu yang baik, pengetahuan, dan satu jahat, kebodohan. Varian: Satu-satunya kebaikan adalah pengetahuan dan kejahatan satu-satunya adalah kebodohan. Plato terkenal akan sidang dan kematian Socrates. Saya melakukan apa-apa tetapi pergi tentang membujuk kalian semua, tua dan muda sama, tidak mengambil pemikiran bagi orang-orang atau properti Anda, tetapi dan terutama untuk peduli terhadap peningkatan terbesar jiwa. Saya memberitahu Anda bahwa kebajikan tidak diberikan oleh uang, tetapi bahwa dari kebajikan datang uang dan setiap yang baik lainnya manusia, publik maupun pribadi. Hal ini mengajar saya, dan jika ini adalah doktrin yang  Kehidupan yang tidak teruji bukan kehidupan yang berharga. Sebuah kehidupan yang tak terperiksa bukan kehidupan yang berharga. Kehidupan yang tak terperiksa bukan kehidupan bagi manusia. Hidup tanpa penyelidikan bukan kehidupan yang berharga bagi pria. Jam keberangkatan telah tiba, dan kami menempuh jalan kami aku mati dan kamu untuk hidup. Mana yang lebih baik, hanya Tuhan yang tahu. o Apakah Kita Tahu Tidak? Saya pikir jawaban simplist adalah kita tahu NOTHING tentang gravitasi. there is only theory on what gravity actually is,,hanya ada teori tentang apa sebenarnya gravitasi,, all we know are its effects. semua kita tahu dampaknya. for example the mayans knew with amlost perfect accuracy about the suns behavior to such a degree that they could predict the earths presession. misalnya Maya tahu dengan akurasi yang sempurna atau hampir tentang perilaku matahari sedemikian rupa sehingga mereka bisa memprediksi PreSession bumi. Buut they had absolutly no knowledge of anything ABOUT the sun, like nuclear fusion and photons. Absolutly Buut mereka tidak tahu apa-apa TENTANG matahari, seperti fusi nuklir dan foton. That is pretty much where we are at the moment. Itu cukup banyak di mana kita berada pada saat ini. We understand gravity’s behavior with an extraordinary degree of accuracy, however we know absolutly nothing about gravity. Kami memahami perilaku gravitasi dengan tingkat akurasi yang luar biasa, namun kita tahu absolutly apa-apa tentang gravitasi Ini menyesatkan. Jika Anda melihat hati-hati di segala sesuatu yang Anda pikir Anda tahu, Anda akan melihat bahwa semua yang Anda tahu adalah sebenarnya hanya kemampuan Anda untuk menjelaskan sesuatu. Pengetahuan dari serangkaian sifat dan perilaku dari sesuatu adalah apa yang merupakan kemampuan Anda untuk mengatakan bahwa Anda tahu apa itu. Sekarang tidak berarti bahwa Anda tahu SEMUANYA tentang itu, tapi jelas tidak memungkinkan Anda untuk mengatakan Anda tahu NOTHING tentang hal itu. Fisika hanya itu – kemampuan kita untuk menggambarkan perilaku dari suatu sistem. Tidak ada bukti yang lebih besar untuk menunjukkan bahwa kita tahu sedikit tentang sesuatu ketika kita dapat membuat prediksi kuantitatif dari apa sesuatu yang akan dilakukan. Lihatlah elektronik modern Anda. Saya bahkan akan mengatakan bahwa kita tahu lebih banyak tentang gravitasi dari yang Anda tahu lebih banyak tentang perilaku kerabat terdekat. Dari artikel tersebut saya menyimpulkan bahwa kita semua merupakan sekumpulan manusia yang tidak lebih tahu dari Dzat Yang Maha Tahu. Maka pantaslah we know nothing berada di tubuh kita. Jika we know nothing sudah tertanam di dalam sanubari kita maka diri kita akan merasa hina, karena pada intinya kita adalah makhluk yang tidak tahu apa-apa. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah berapa banyak manusia yang sombong akan kepintarannya, padahal pada intinya ia tidak tahu apa-apa. Bangga akan tahtanya padahal ilmu yang ia punya belum seberapa. Mengapa itu semua bisa terjadi? Karena kebanyakan dari mereka tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.

 

KESIMPULAN

Kita sudah banyak membahas tentang ketidaktahuan dan mengetahui segala hal. Masing-masing memiliki pemahaman berbeda dalam penerapanya. Ada beberapa contoh yang di berikan bahwa we know nothing lebih baik dari we know all things. Tetapi sebenarnya bukan mana yang lebih baik karena setiap individu memiliki kemampuan akan penalaran yang berbeda. Disini keseimbanganlah yang sangat di butuhkan antara posisi tidak tahu sama sekali dan mengerti segala hal. Ada saatnya kita untuk tidak tahu akan suatu hal karena kita akan menjadi mengggerti tentang sebuah hal itu. Karna sekali lagi proses belajarlah yang sangat membantu pengetahuan seseorang. Demikian yang bisa saya berikan. Terimakasih.

 

Kutipan : http://www.physicsforums.com/showthread.php?t=249229 , http://www.wikipedia.org http://www.gogle.com

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s