Apakah Benar Ada yang Dinamakan Kepribadian Ganda?

Apa itu rahasia kepribadian manusia? Kita sama-sama sering ingin mengetahui kepribadian orang diri kita sendiri dan orang lain tentunya. Sering kali kita bertanya-tanya dan mencari tahu mengenai jati diri kita. Masing-masing individu memiliki kepribadian yang sangatlah berbeda dan mencolok. Tuhanpun menciptakan kita manusia bebeda-beda bentuk dan wajah. Bagaimana kita bisa mengetahui perbedaan manusia secara mendalam. Berikut ada sebuah cara penggamabaran tentang kepribadian manusia yatu Enneagram. Enneagram (kadang-kadang disebut juga Enneagon) adalah gambar/pola geometris bersudut sembilan. Istilah ini berasal dari Bahasa Yunani – ennea(sembilan) and grammos (sesuatu yang ditulis atau digambar). Gambar/pola Enneagram digunakan untuk beragam tujuan di dalam sejumlah sistem ajaran. Pada akhir-akhir ini pola tersebut menjadi lebih dikenal karena penggunaannya dalam apa yang sering disebut dengan Enneagram Kepribadian (Enneagram of Personality). Asal-usul historisnya masih diperdebatkan tetapi kemungkinan berasal dari tradisi Sufi. Dalam geometri, sebuah enneagram adalah sebuah polygon bintang biasa bersisi sembilan, menggunakan titik yang sama dengan enneagon biasa tapi dihubungkan dengan jalur-jalur tertentu. Pola tersebut memiliki dua bentuk: {9/2} dan {9/4} menghubungkan setiap titik ke-2 dan ke-4 secara berturutan. Ada juga pola bintang , {9/3}, yang terbuat dari titik-titik enneagon biasa tapi merupakan gabungan tiga segitiga sama sufi.

Gambaran tentang Enneagram.

 

Pemakaian enneagram di masa modern seringkali dikaitkan dengan Georges Ivanovich Gurdjieff (1870-1949) yang terkenal dengan ajaran tradisinya yaitu “Jalan Keempat/Fourth Way“. Tulisan-tulisan Gurdjieff mensugestikan perkembangan ajaran ini di Republik Rakyat Cina sebelum kemudian dikenal oleh para Sufi dengan penggambarannya tentang para darwis/dervish Asia Tengah yang mempelajari teori Tiongkok kuno tentang SembilanLipatan/Ninefoldedness (Kisah Beelzebub pada Cucunya,” Bab 41). Pola Enneagram seperti yang dipresentasikan dalam tradisi “Jalan Keempat” mewakili dua hukum kosmik fundamental: kombinasi (disebut dengan Hukum Tiga/Law of Three atau Triads) dan proses(disebut dengan Hukum Tujuh/Law of Seven atau proses). Kombinasi berarti kejadian atau kekuatan yang bergabung menciptakan kejadian baru. Sedangkan ‘’hukum proses’’mengatur tentang bagaimana sesuatu bisa terjadi. Garis perkembangan ajaran Jalan Keempat dikembangkan dari tulisan-tulisan para murid Gurdjieff – terutama P.D. OuspenskyMaurice NicollJ.G. Bennett dan Rodney Collin. Mereka mengembangkan ide-ide Gurdjieff dan meninggalkan kepentingan mereka sendiri. Banyak kepustakaan yang diabdikan untuk tradisi Gurdjieff-Ouspensky.

 

Disini Eneagram membagi tipe kepribadian manusia menjadi sembilan :

  1. Perfeksionis,
  2. Penolong,
  3. Pengejar prestasi,
  4. Romantis,
  5. Pengamat,
  6. Pencemas,
  7. Petualang,
  8. Pejuang,
  9. Dan pendamai

Anda mungkin menemukan penamaan yang berbeda untuk tiap tipe-tipe ini, namun karakter yang diwakilinya adalah tetap sama.Untuk mengetahui yang mana tipe Anda, silakan ikuti kuis yang disediakan di masing-masing bab tipe kepribadian. Meski telah menemukan skor yang tinggi di salah satu tipe, penulis menyarankan agar Anda jangan langsung berhenti di situ. Ikutilah kuis di tiap tipe selanjutnya untuk memastikan tipe kepribadian Anda yang sesungguhnya. Dengan cara yang bersahabat, penulis menggambarkan sisi positif dan negatif masing-masing tipe. Tapi jangan cemas! Ada saran dan latihan praktis yang dapat Anda lakukan agar Anda tidak “tenggelam” dalam sisi negatif kepribadian Anda, tetapi lebih dapat memanfaatkannya ke hal yang baik atau membuat Anda dapat lebih “menikmati” sisi positif kepribadian Anda. Tak kalah berharganya, buku ini menyajikan gambaran tentang bagaimana individu dari suatu tipe ingin diperlakukan. Dengan demikian, pergaulan Anda dengan orang-orang di sekitar Anda dapat lebih selaras dan harmonis.

 

APAKAH BENAR ADA YANG DINAMAKAN KEPRIBADIAN GANDA?

Yang kita bahas disini bukanlah tentang tes tentang seperti apakah sebenarnya kepribadian ganda. Bagaimanakah diri anda apakah perfeksionis atau penolong dan sebagainya. Data di atas hanyalah sebuah intermezzo karena yang sebenarnya akan kita bahas disini adalah tentang rahasia mengenai kepribadian ganda dalam diri seseorang. Ini sebenarnya sama halnya dengan sebuah penyakit yang baru diketahui keberadaan sebenarnya belum lama. Karena kepribadian ganda ini bisa kita katakan penyakit sebab ini merupakan sebuah cacat mental. Berikut adalah pembahasan bagaimana kepribadian ganda ini sebenarnya apa yang membuatnya demikian karena sungguh aneh untuk kita nalar secara alami. Yang akan kita pertanyakan “apakah benar bahwa manusia bisa memiliki kepribadian ganda?”.

Mungkin tidak ada orang yang benar-benar bisa memahami masalah tentang “kepribadian ganda”. Sebelum abad ke-20, gejala psikologi ini selalu dikaitkan dengan hal yang namanya kerasukan setan. Namun, para psikolog abad ke-20 yang menolak kaitan itu menyebut fenomena ini dengan sebutan Multiple Personality Disorder (MPD). Berikutnya, ketika nama itu dirasa tidak lagi sesuai, gejala ini diberi nama baru, Dissociative Identity Disorder (DID).



DID atau kepribadian ganda dapat didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing memiliki nama dan karakter yang berbeda. Mereka yang memiliki kelainan ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian saja, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas yang memiliki cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap lingkungan yang dia rasa berbeda-beda. Walaupun penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun rata-rata para psikolog sepakat kalau penyebab kelainan ini pada umumnya adalah karena trauma dimasa kecil.

Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi).

Disosiasi

Pernahkah kalian mendapatkan pengalaman seperti ini: “Ketika sedang bertanya mengenai sesuatu hal kepada sahabat kalian, kalian malah mendapatkan jawaban yang tidak berhubungan sama sekali”.

Jika pernah, maka saya yakin, ketika mendapatkan jawaban itu, kalian akan berkata “Nggak nyambung!”. Disosiasi secara sederhana dapat diartikan sebagai terputusnya hubungan antara pikiran, perasaan, tindakan dan rasa seseorang dengan kesadaran atau situasi yang sedang berlangsung atau berhubungan dengan dirinya. Dalam kasus DID, juga terjadi disosiasi, namun jauh lebih rumit dibanding sekedar “nggak nyambung” dalam tand kutip tersebut.

PROSES TERBENTUKNYA KEPRIBADIAN GANDA

Ketika kita dewasa, kita memiliki karakter dan kepribadian yang cukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah di dalam kehidupan. Namun, pada anak yang masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara lain untuk bertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi. Dengan menggunakan cara ini, seorang anak dapat membuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya itu.

Menurut Colin Ross yang menulis buku The Osiris Complex (Tahun 1995), proses disosiasi pada anak yang mengarah kepada kelainan DID terdiri dari dua proses psikologis. Kita akan mengambil contoh pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak perempuan :

1.Proses Pertama : anak perempuan yang berulang-ulang mengalami penganiayaan seksual akan berusaha menyangkal pengalaman ini di dalam pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa sakit yang luar biasa. Ia bisa mengalami out of body experience yang membuat ia “terlepas” dari tubuhnya dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin bisa merasakan rohnya melayang hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya sedang melihat kepada anak perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan seksual. Dengan kata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul di dirinya.

2.Proses Kedua, sebuah penghalang memori kemudian dibangun antara anak perempuan itu dengan identitas baru yang telah diciptakan. Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat apapun mengenainya.

Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk mengatasinya. “Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama teman”.

Salah satu kasus kepribadian ganda yang ternama, yaitu Sybil, disebut memiliki 16 identitas yang berbeda. Menurut psikolog, jumlah identitas berbeda ini bisa lebih banyak pada beberapa kasus, bahkan hingga mencapai 100. Masing-masing identitas itu memiliki nama, umur, jenis kelamin, ras, gaya, cara berbicara dan karakter yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Setiap karakter ini bisa mengambil alih pikiran sang penderita hanya dalam tempo beberapa detik. Proses pengambilalihan ini disebut switching dan biasanya dipicu oleh kondisi stres. Apalagi bila keadaan stres ini terjadi secara terus-menerus atau berulang.

CIRI-CIRI PENGIDAP KEPRIBADIAN GANDA

Ketika membaca paragraf-paragraf di atas, mungkin kalian segera teringat dengan salah seorang teman sekolah kalian yang suka mengubah-ubah penampilannya. Bagi kalian, sepertinya ia memiliki identitas yang berbeda atau dengan kata lain selalu berubah-ubah. Atau mungkin kalian teringat dengan salah seorang teman kalian yang biasa tersenyum, namun secara tiba-tiba bisa dikuasai oleh emosi. Ketika amarahnya meledak, kalian bisa melihat wajahnya tiba-tiba berubah menjadi seperti “serigala”. Bagi kalian, sepertinya identitas baru yang penuh amarah telah menguasainya.

Apakah mereka pengidap DID? Bagaimana cara kita mengetahuinya?

Jawabannya adalah pada identitas yang menyertai perubahan penampilan atau emosi tersebut. Misalkan teman kalian yang suka mengubah penampilan atau sering mengalami perubahan emosi tersebut bernama Edward. Jika ia mengubah penampilan atau mengalami perubahan emosi dan masih menganggap dirinya sebagai Edward, maka ia bukan penderita DID.

Untuk mengerti lebih dalam bagaimana cara membedakannya, lihat empat ciri di bawah ini. Jika di dalam diri seseorang terdapat empat ciri ini, maka bisa dipastikan kalau ia mengidap DID atau kepribadian ganda :

Ciri-ciri tersebut adalah:

  1. Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang tersebut.
  2. Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut (Switching).
  3. Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berkenaan dengan dirinya yang terlalu luar biasa untuk dianggap hanya sebagai lupa biasa.
  4. Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efek psikologis dari substansi seperti alkohol atau obat-obatan atau karena kondisi medis seperti demam.

Dari empat poin ini, poin nomor 3 memegang peranan sangat penting. Karena 98 persen mereka yang mengidap DID mengalami amnesia ketika sebuah identitas muncul (switching). Ketika kepribadian utama berhasil mengambil alih kembali, ia tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi ketika identitas sebelumnya berkuasa. Walaupun sebagian besar psikolog telah mengakui adanya kelainan kepribadian ganda ini, namun sebagian lainnya menolak mengakui keberadaannya.

 

Mereka mengajukan argumennya berdasarkan pada kasus Sybill yang ternama.

Kasus Sybil Isabel Dorsett

Salah satu kasus paling terkenal dalam hal kepribadian ganda adalah kasus yang dialami oleh Shirley Ardell Mason. Untuk menyembunyikan identitasnya, Cornelia Wilbur, sang psikolog yang menanganinya dan menulis buku mengenainya, menggunakan nama samaran Sybil Isabel Dorsett untuk menyebut Shirley.

Dalam sesi terapi yang dilakukan oleh Cornelia, terungkap kalau Sybil memiliki 16 kepribadian yang berbeda, diantaranya adalah Clara, Helen, Marcia, Vanessa, Ruthi, Mike (Pria), Sid (Pria) dan lain-lain. Menurut Cornelia, 16 identitas yang muncul pada diri Sybil berasal dari trauma masa kecil akibat sering mengalami penyiksaan oleh ibunya. Kisah Sybil menjadi terkenal karena pada masa itu kelainan ini masih belum dipahami sepenuhnya. Bukunya menjadi best seller pada tahun 1973 dan sebuah film dibuat mengenainya. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, keabsahan kelainan yang dialami Sybil mulai dipertanyakan oleh para psikolog.

Menurut Dr.Herbert Spiegel yang juga menangani Sybil, 16 identitas yang berbeda tersebut sebenarnya muncul karena teknik hipnotis yang digunakan oleh Cornelia untuk mengobatinya. Bukan hanya itu, Cornelia bahkan menggunakan Sodium Pentothal (serum kejujuran) dalam terapinya. Dr.Spiegel percaya kalau 16 identitas tersebut diciptakan oleh Cornelia dengan menggunakan hipnotis. Ini sangat mungkin terjadi karena Sybil ternyata seorang yang sangat sugestif dan gampang dipengaruhi. Apalagi ditambah dengan obat-obatan yang jelas dapat membawa pengaruh kepada syarafnya. Kasus ini mirip dengan penciptaan false memory dalam pengalaman alien abduction yang pernah saya posting sebelumnya.

Pendapat Dr.Spiegel dikonfrimasi oleh beberapa psikolog dan peneliti lainnya. Peter Swales, seorang penulis yang pertama kali berhasil mengetahui kalau Sybil adalah Shirley juga setuju dengan pendapat ini. Dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukannya, ia percaya kalau penyiksaan yang dipercaya dialami oleh Sybil sesungguhnya tidak pernah terjadi. Kemungkinan, semua ingatan mengenai penyiksaan itu (yang muncul karena sesi hipnotis) sebenarnya hanyalah ingatan yang ditanamkan oleh sang terapis, Cornelia Wilbur. Jadi, bagi sebagian psikolog, DID tidak lain hanyalah sebuah false memory yang tercipta akibat pengaruh terapi hipnotis yang dilakukan oleh seorang psikolog. Tidak ada bukti kalau pengalaman traumatis bisa menciptakan banyak identitas baru di dalam diri seseorang.

Menurut Dr.Philip M Coons:

“Hubungan antara penyiksaan atau trauma masa kecil dengan Multiple Personality Disorder sesungguhnya tidak pernah dipercaya sebelum kasus Sybil”. Pengetahuan mengenai kepribadian ganda banyak disusun berdasarkan kasus Sybil. Jika kasus itu ternyata hanya sebuah false memory, maka runtuhlah seluruh teori dissosiasi dalam hubungannya dengan kelainan kepribadian ganda. Ini juga berarti kalau kelainan kepribadian ganda sesungguhnya tidak pernah ada. Perdebatan ini masih terus berlanjut hingga saat ini dan saya percaya kedua pihak memiliki alsan yang sama kuat. Jika memang DID benar-benar ada dan hanya merupakan gejala psikologi biasa, mengapa masih ada hal-hal yang masih belum bisa dijelaskan oleh para psikolog?

MISTERI DALAM DID

Misalnya, ketika sebuah identitas muncul, perubahan biologis juga muncul di dalam tubuh sang pengidap. Kecepatan detak jantungnya bisa berubah, demikian juga suhu tubuhnya, tekanan darah dan bahkan kemampuan melihat. Lalu, identitas yang berbeda bisa memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan. Kadang, pengidap yang sehat bisa memiliki identitas yang alergi. Ketika identitas itu menguasainya, ia benar-benar akan menjadi alergi terhadap substansi tertentu.

 

Lalu, misteri lainnya adalah yang menyangkut kasus Billy Milligan yang dianggap sebagai kasus DID yang paling menarik. Kisah hidupnya pernah dituangkan ke dalam sebuah buku berjudul “24 wajah Billy”.

Billy adalah seorang mahasiswa yang dihukum karena memperkosa beberapa wanita. Dalam sesi pemeriksaan kejiwaan, ditemukan 24 identitas berbeda dalam dirinya. Identitas yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan pemerkosaan itu adalah seorang wanita. Identitas lain bernama Arthur yang merupakan orang Inggris dan memiliki pengetahuan luas. Dalam interogasi, Arthur ternyata bisa mengungkapkan keahliannya dalam hal medis, padahal Billy tidak pernah mempelajari soal-soal medis. Menariknya, Arthur ternyata lancar berbahasa Arab. Bahasa ini juga tidak pernah dipelajari oleh Billy. Identitas lain bernama Regan bisa berbicara dalam bahasa Serbia Kroasia. Billy juga tidak pernah mempelajari bahasa ini.

Bagaimana Billy bisa berbicara dalam semua bahasa itu jika ia tidak pernah mempelajarinya?

Misteri ini belum terpecahkan hingga hari ini. Kecuali tentu saja kalau kita menganggap Billy hanya mengalami kasus kerasukan setan dan tidak menderita DID.

 

KESIMPULAN

 

Akhirnya tiba pada kesimpulan tentang perdebatan atau argumen dari masing-masing pemegang argumen. Kita cukup sulit untuk menyimplkan juga karena jarang melihat kasus demikian. Jika menurut pengertian DID sendiri memang benar sekali bisa jadi hal kepribadian ganda tersebut dapat terjadi. Karena sebuah tekanan secara terus-menerus seseorang akan mengalami yang namanya depresi sehingga ketika dia merasa demikian akam terjadi sebuah pengalihan. Saat itulah seseorang akan mencoba lari dari permasalahan dan kepahitan yang dialaminya itu,Ia menciptakan sebuah idientitas baru untuk menutupi rasa luka dalam batinnya sendiri. Tapi di lain pihak kasus dari sybil membuat keragu-raguan dari argumen tersebut karena mungkin benar yang di ungkap Dr. Spiegel bahwa sybil mendapat sebuah hipnoterapy dari psikolognya Cornelia. Memang secara nalar dapat terjadi demikian karena itu dapat memunculkan jati diri atau kepribadian lain yang ada dalam diri seseorang,tapi mungkin saja itu hanya keinginan seseorang dalam hal berimajinasi yang tidak dapat tertuang dlam kehidupan nyata. Sungguh semakin sulit saja untuk membuktikan hal kepribadian ganda (multiple personality disorder) tersebut. Secara nalar dan pengertian serta pembuktian dari kasus “24 wajah Billy” saya mendukung bahwa kepribadian ganda tersebut itu benar ada. Karena dalam kasus billy ada sebuah kejanggalan yang membuktikan bahwa dalam dirinya terdapat bbebrapa kepribadian yang Ia ciptakan sendiri,contohnya ia bisa mengethaui medis padahal saat interogasi tidak ditemukan billy pernah belajar mengenai medis sama sekali. Kesimpulan saya adalah bahwa kepribadian ganda tersebut benar bisa terjadi dalam kehidupan manusia karena sebuah pengalihan (swithcing) dirinya atau mungkin penciptaan imajinasi tokoh dalam pencitraan dirinya tersebut. Mungkin juga psikopat bisa digolongkan dalam kepribadian ganda,karena terjadi pengalihan menjadi seorang yang ambisius padahal mungkin dia dalam kenyataan dikenal  hanya sebaga seorang yang baik dan tiba-tiba menjadi mengerikan. Seperti kasus yang marak terjadi contoh kasus ryan. Demikian saja dari saya semoga dapat menghadirkan pemikiran-pemikiran baru tentang multple personaliti disorder.

Kutipan : http://www.dunia-galang.co.cc/2010/09/rahasia-kepribadian-ganda-dalam-satu.html#ixzz14UmvBWVm

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s