E-commerce sebagai perkrmbangan dari Agora

Agora Secara Umum

Apakah anda mengetahui yang di maksud dengan “Agora”? Memang sangat asing ketika kita

mendengarnya, karena memang jarang sekali kata ini atau bahkan istilah ini muncul dalam pembicaraan.

Yah kenyataannya memang demikian. Karena Agora pertama kali muncul atau di gunakan bahkan

berkembang di Yunani. Mari kita bahas apa sebenarnya itu Agora. “Agora” (dalam bahasa Yunani :

Ἀγορά, Agorá)adalah tempat pertemuan terbuka di negara-kota atau polis di Yunani Kuno. Pada sejarah

Yunani awal sekitar tahun 900–700 SM, para orang merdeka dan pemilik tanah yang berstatus sebagai

warga negara berkumpul di Agora untuk bermusyawarah dengan raja atau bahkan dewan kota. Di

kemudian hari, Agora berkembang dan beralih fungsi sebagai pasar tempat para pedagang menempatkan

barang-barang dagangannya di antara pilar-pilar Agora. Dari fungsi ganda ini, muncullah dua kata dalam

bahasa Yunani: αγοράζω, agorázō, “aku berbelanja“, dan αγορεύω, agoreýō, “aku berbicara di depan umum“. Munculah istilah baru yaitu agorafobia digunakan untuk menunjukkan rasa takut terhadap tempat umum. Forum Romawi merupakan bentuk pertemuan bangsa Romawi yang mengikuti Agora dan kadang-kadang disebut untuk menunjukkan Agora. Agora terletak di situs Greece. Hal ini terletak di bagian barat laut negara.Agora Administrasi jatuh di bawah wilayah Ipeiros. Terdekat menarik wisatawan target, yaitu di sekitar kota adalah Agora Parga (Greece) km tentang 19, Kāvos (Greece), km tentang 39, Ágios Geórgios (Greece) c. 54 km, Benitses (Greece) km tentang 59, Istana Achillion (Greece), km tentang 60, Astrochori Arta (Greece) c. 63 km, Corfu (Greece) km tentang 61, Aqualand Corfu (Greece), km tentang 68, Corfu Golf & Negara Klub (Greece) c. 71 km, Butrinti (Albania) km tentang 62, Barbati

(Greece), km tentang 70, Pantokrator (Greece) c. 71 km, Pantai Gira (Greece) km tentang 61, Puri

Lekures (Albania), km tentang 71, Lefkada (Greece) c. 62 km, Acharavi (Greece) km tentang 79, Agios

Georgios (Greece), km tentang 85, . Informasi lebih lanjut tentang kota, kunjungi link di sebelah kiri

terdekat atraksi. Letiště Korfu Bandara Internasional terletak dari Agora tentang 61 km.

Agora sebenarnya di jaman Yunani kuno adalah ruang publik tempat seluruh lapisan masyarakat

berinteraksi. Aktivitas berdagang, bermain, berdiskusi, berdebat dan berteriak melontarkan pendapat di

depan publik adalah kegiatan sehari-hari yang menjadi esensi dari semangat demokrasi yang lahir di

agora ini. Kecilnya skala negarakota atau polis sebagai kesatuan komunitas di Yunani kuno ini,

memungkinkan setiap orang berhak untuk melontarkan ide dan didengar langsung pendapatnya oleh

publik.

 

Agora menurut pendapat lain bisa dikatakan sebagai tempat perbelanjaan atau yang biasa disebut juga

“Mall”. Namun sekarang kata agora sudah mengalami perluasan yaitu bisa juga dikatakan sebagai tempat

berkumpul berbelanja juga tempat bermain juga sebagai tempat yang hanya sekedar untuk berjalan-jalan

(refreshing). Tempat orang berkeluh kesah/curhat face to face dalam bahasa gaul jaman sekarang. Namun

seperti yang saya katakan diatas sekarang mall atau department store banyak digunakan untuk tempat

berbelanja dan hunting all things. Berikut adalah beberapa contohnya :

 

1. Discount Stores / Toko Diskon, adalah toko eceran yang menjual berbagai barang dengan harga yang

cukup murah dan tetapi pelayanan yang diberikan pun minimum. Contohnya adalah Makrostore dan

Alfastore

2. Specialty Stores / Toko Produk Spesifik, adalah merupakan toko eceran yang menjual barang-barang

jenis lini produk tertentu saja yang bersifat spesifik dan tertentu saja. Contohnya yaitu toko buku

gramedia, toko musik disctarra, toko obat kimia farma, dsb.

3. Department Stores, adalah suatu toko eceran berskala besar yang pengeloaannya dipisah dan dibagi

menjadi bagian departemen-departemen yang menjual macam barang yang berbeda-beda antar

departemen. Contohnya ramayana, robinson, rimo, dsb.

4. Supermarket, adalah toko eceran yang menjual berbagai macam produk makanan dan juga sejumlah

kecil produk non makanan dengan sistem konsumen melayani dirinya sendiri / Swalayan. Contoh yaitu

Hero.

5. Hypermarket / Hipermarket, adalah toko eceran yang menjual jenis barang dalam jumlah yang

sangat besar atau lebih dari 50.000 item dan melingkupi banyak jenis produk. Hipermarket adalah

gabungan antara retailer toko diskon dengan hypermarket. Contohnya antara lain hipermarket giant,

hypermart, dan carrefour.

6. Convenience Stores, adalah toko pengecer yang menjual jenis item produk yang memang terbatas,

bertempat di tempat yang nyaman dan memilik jam buka cukup panjang. Contoh alfamart dan indomaret.

7. Catalog Stores, adalah suatu jenis toko yang banyak memberikan informasi produk melalui media

katalog yang dibagikan kepada para konsumen potensial.Dimana konsumen dapat memilih produknya

melalui katalog tersebut. Toko katalog biasanya memiliki jumlah persediaan barang yang banyak.

8. Chain Stores, adalah toko pengecer yang memiliki lebih dari satu gerai dan dimiliki oleh perusahaan

yang sama.

 

Data diatas adalah contoh agora yang sudah berkembang di kehidupan masyarakat. Sebuah fungsi agora

yang memang sudah berubah. Kini agora lebih mengarah kepada kegiatan berdagang atau jual-beli yang

memang menjadi salah satu kegiatan rutin kehidupan manusia sehari-hari. Tetapi kini saya akan

membawa anda ke salah satu contoh agora store yang berbasis elektronik dengan kata lain electronic

agora. Yang cukup menarik adalah bagaimana setipa orang yang tadinya hanyalah hendak berkumpul dan

berdiskusi kini telah baralih menjadi jual-beli atau transaksi. Meski memang sepenuhnya tidak hanya itu,

aktivitas untuk hanya tetap berbincang-bincang tetaplah ada. Maraknya transaksi bisnis secara online kini

menjadi sorotan dan perhattian public. Semakin mudahnya akses unutk bisa melakukan transaksi. Bagi

para pembeli pun tidak perlu datang langsung ke store yang menjual barang mereka inginkan. Cukup

online dan masuk ke situs yang menyediakan barang yang anda inginkan lalu langsung menuju ke katalog

yang disediakan. Dengan demikian semuanya jadi terkesan menguntungkan dan mudah. Selain kita

membeli kita juga bisa berdagang online, karna inilah yang menarik. Itulah yang membuat sejumlah pakar

bisnis ekonomi dan teknologi informasi tertarik untuk membahasnya. Agora bisa juga berkembang

didlam dunia cyber atau electronic. Dan istilah tersebut lebih dikenal dengan nama electronic commerce.

Sudah jelas sekali kaitan antara e-commerce dan agora, bahwa sebenarnya e-commerce memiliki makna

dari agora itu sendiri.

 

 

Transaksi Bisnis Electronic Commerce

Belakangan ini wacana pembicaraan dan diskusi mengenai perdagangan melalui electronic

commerce semakin kerap dilakukan baik oleh para praktisi bisnis, pakar teknologi informasi,

pemerhati perilaku masyarakat, maupun oleh kalangan pemerintahan. Tidak dapat dimungkiri

lagi bahwa perkembangan teknologi informasi yang sedemikian cepat telah mempercepat

dimulainya era globalisasi informasi dan ekonomi. Dampaknya untuk negara berkembang paling

tidak telah terlihat di beberapa kota-kota besar dalam bentuk mulai menjamurnya warungwarung

berbasis teknologi informasi yang dapat dengan bebas dikonsumsi oleh masyarakat dan

mulai dilaksanakannya sejumlah proyek electronic commerce di perusahaan-perusahaan dengan

latar belakang industri yang beragam. Pakar teknologi informasi Don Tapscott dalam salah satu

bukunya yang berjudul “Blueprint to the Digital Economy – Creating Wealth in the Era of EBusiness”

memperkenalkan paling tidak terdapat 4 (empat) tipe transaksi elektronik yang dapat

dilakukan melalui dunia maya (cyber world). Tapscott memberikan istilah cyber community

kepada masyarakat yang menggabungkan diri ke dalam cyber world untuk melakukan pertukaran

data, informasi, produk, maupun jasa-jasa tertentu. Masyarakat ini dapat terdiri dari individu,

keluarga, institusi, perusahaan, negara, maupun komunitas yang lebih besar. Dalam kerangka

transaksi bisnis komersial, masing-masing entiti komunitas ini dapat berfungsi sebagai penjual

produk atau jasa (seller) atau pembeli (buyer). Keunikan masing-masing komunitas dalam

melakukan transaksi komersial tersebut dapat dilihat dari dua perspektif:

1. Aspek Kontrol (Control) – menggambarkan apakah dalam komunitas tersebut ada satu atau

beberapa entiti yang memimpin dan mengkontrol terjadinya transaksi bisnis atau tidak. Jika ada,

maka komunitas tersebut dikatakan memiliki ciri hirarkis (hierarchical), jika tidak maka

komunitas tersebut dianggap sebagai independen (self organizing).

2. Aspek Ketergantungan Proses (Value Integration) – menggambarkan apakah dalam komunitas

yang ada terdapat hubungan ketergantungan entiti yang sangat erat (high) atau tidak (low).

Berdasarkan dua kacamata perspektif tersebut di atas, keempat jenis komunitas business

elektronik (electronic business community) dapat terbentuk dengan ciri khas dan karakteristiknya

masing-masing. Keempat komunitas tersebut dinamakan sebagai: open market, aggregation,

integration, dan alliance (Tapscott, 1998).

 

Open Market Community

Komunitas ini merupakan versi elektronik dari pasar tradisional (agora) dimana para penjual dan

pembeli bertemu secara langsung untuk mengadakan transaksi pertukaran barang atau jasa.

Secara bebas penjual dapat menjajakan produk dan jasanya kepada pembeli, sementara pembeli

dapat melakukan transaksi dengan penjual yang dipilihnya secara bebas. Contoh yang paling

klasik adalah pada industri stock exchange dimana terjadi penawaran dan pembelian saham

secara bebas. Contoh lain adalah perusahaan semacam eBay.com yang menawarkan jasa

pelelangan barang melalui internet. Setiap orang dapat dengan leluasa meletakkan informasi

mengenai barang yang ingin dilelang ke dalam situs (website) eBay.com dan bagi yang tertarik

dapat segera melakukan penawaran melalui situs yang sama melalui mekanisme pelelangan.

Secara prinsip terlihat bahwa pada komunitas ini, penjual dan pembeli memiliki kedudukan yang

sama, dalam arti kata tidak berlaku peraturan yang secara ketat mengikat mekanisme

perdagangan yang terjadi.

 

Aggregation Community

Pada komunitas ini biasanya sebuah perusahaan berfungsi sebagai pemimpin atau mediator

dalam proses transaksi elektronik yang terjadi antara produser dan konsumer (penjual dan

pembeli). Contohnya adalah perusahaan semacam American Online atau Compuserve yang

melakukan manajemen materi (content) terhadap informasi yang memiliki nilai tinggi. Berbagai

jenis perusahaan penghasil produk informasi semacam Harvard Business Review (Penerbit

Buku), Mayo Clinic (Informasi Kesehatan), Reuter (Bursa Derivatif), dan lain sebagainya

mengadakan perjanjian kerjasama dengan perusahaan aggregator yang akan menawarkan

produk-produk tersebut pada calon pembeli yang menjadi anggota/pelanggan tetap (member)

dari perusahaan aggregator tersebut. Contoh lain adalah situs milik Wal-Mart, perusahaan retail

terbesar di Amerika yang menjual beribu-ribu item kebutuhan sehari-hari yang dapat dipesan

melalui internet. Sebagai pemimpin dalam komunitas ini, perusahaan aggregator menerapkan

peraturan-peraturan yang harus ditaati baik oleh produser maupun konsumer agar terjadi

mekanisme transaksi yang efektif, efisien, dan terkontrol dengan baik. Sumber: Don Tapscott, 1998

 

Value Chain Community

Kata “value chain” di sini berasal dari konsep rantai nilai yang diperkenalkan oleh Michael

Porter. Dalam konsep keunggulan kompetitif-nya yang terkenal tersebut (competitive

advantage), Porter menjelaskan bahwa aktivitas penciptaan suatu produk atau jasa harus melalui

suatu urutan proses tertentu. Dikatakan olehnya bahwa sebuah perusahaan akan memiliki

keunggulan kompetitif bila manajemen berhasil memiliki rantai proses yang paling efisien.

Seperti halnya pada komunitas aggregation, pada komunitas ini sebuah perusahaan berfungsi

sebagai pemimpin. Bedanya adalah jika pada komunitas aggregation tujuan perusahaan yang

menjadi pemimpin adalah untuk menggabungkan berbagai jenis produk atau jasa untuk menjadi

satu produk atau jasa baru (packaging management), obyektif dari perusahaan pemimpin dalam

komuntias value chain adalah untuk menjamin terjadinya urutan proses yang efisien. Contohnya

adalah Amazon.com yang menjual beraneka ragam buku yang dapat dibeli oleh para konsumer

di seluruh dunia melalui internet. Secara prinsip, konsumer tidak perlu tahu dan tidak mau tahu

bagaimana Amazon.com melakukan pemesanan terhadap buku yang diminta ke penerbit,

melakukan produksi dan menyimpannya dalam gudang, mendistribusikannya ke seluruh penjuru

dunia, sampai dengan mengirimkannya ke tangan pelanggan. Namun di belakang layar,

manajemen Amazon.com harus berusaha mencari jalan yang paling efisien dan efektif dalam

urutan proses pencetakan buku (lokasi percetakan dan jumlah buku), penyimpanan buku (lokasi

gudang penyimpanan), pendistribusian buku (transportasi), sampai dengan pengiriman buku

(kurir).

 

Alliance Community

Dari keempat komunitas yang ada, alliance adalah komunitas yang paling liberal dan virtual

karena sifatnya yang ingin melakukan segala jenis integrasi perdagangan yang mungkin

diadakan dalam cyberspace tanpa menerapkan berbagai jenis peraturan yang mengikat

(diistilahkan sebagai value space). Untuk dapat berhasil dalam komunitas ini, sebuah perusahaan

harus memiliki kreativitas yang tinggi dalam bentuk penemuan dan implementasi ide-ide baru

dalam value space tersebut.

Contohnya adalah Visa International yang dikenal sebagai sebuah perusahaan yang sangat

berhasil dalam menciptakan komunitas bisnis elektronis. Secara langsung Visa International

telah membawa beribu-ribu perusahaan yang saling berkompetisi untuk menggunakan jasa

mereka. Jika pada awalnya pelanggan harus secara langsung mengajukan permohonan ke Visa

International untuk memperoleh kartu kredit (credit card), saat ini dengan leluasa masyarkat

dapat memilikinya melalui tabungan di bank-bank retail. Contoh lain adalah Java yang bersamasama

dengan Sun, IBM, Oracle, dan Nestcape bekerja sama di cyber untuk mengalahkan

dominasi kolaborasi Microsoft dengan Intel (Wintel).

Sumber: Don Tapscott, 1998

Dalam komunitas ini terlihat bahwa prinsip kompetisi yang dipergunakan adalah “co-opetition”,

yaitu filosofi “collaborate to compete” (berkompetisi dengan cara berkolaborasi untuk

mendapatkan kekuatan yang lebih besar). Satu hal menarik lainnya adalah diperkenalkannya

istilah “prosumer” sebagai pengganti “producer” dan “consumer”, karena dalam komunitas value

chain tidak jarang terlihat seorang pembeli yang pada saat bersamaan berfungsi sebagai penjual.

Contohnya adalah sebuah situs yang menawarkan penyewaan jasa groupware computing.

Seseorang yang tertarik membentuk suatu komunitas kecil (groupware) diharuskan membayar

situs tersebut secara berkala (abondemen), namun yang bersangkutan pada akhirnya akan

menarik bayaran kepada para anggota yang tergabung dalam komunitas tersebut (membership

fee).

 

Dengan melihat keempat jenis komunitas tersebut di atas, para pengusaha dan praktisi bisnis di

tanah air yang ingin segera masuk ke cyber community melalui perencananaan dan

pengembangan electronic commerce di perusahaannya dapat mulai memikirkan strategi yang

tepat. Jelas terlihat bahwa masing-masing komunitas memiliki kelebihan dan kekurangannya

masing-masing (trade off), sehingga ada baiknya analisa cost-benefit dilakukan terlebih dahulu.

Pada akhirnya, dengan berasumsi bahwa pada suatu saat nanti jika seluruh individu di dunia

telah tergabung secara elektronis, maka seorang kapitalis murni akan tinggal di sebuah negara

yang paling murah, melakukan bisnis melalui internet dengan menjual produk dan jasanya di

negara yang paling maju, dan mentransfer hasil usahanya ke bank-bank di negara yang paling

aman. Dengan kata lain, dapat saja Indonesia penuh sesak oleh masyarakat yang berbelanja dan

berbisnis melalui electronic commerce, tetapi tidak ada alir uang masuk ke tanah air.

 

 

Sumber : http://yurindra.wordpress.com/e-commerce/tipe-transaksi-bisnis-electronic-commerce/ ,

http://ridwankamil.wordpress.com/page/2/.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s