Budaya dan Globalisasi

  1. Pendahuluan

Anda pasti mengetahui dan sangat sering mendengar mengenai kebudayaan atau dengan kata lain budaya. Apa itu sebenarnya kebudayaan?seringkali kita mendengar dan menyaksikan tentang masyarakat yang selalu menyerukan tentang kebudayaan. Hingga slogan-slogan yang menyerukan pula tentng kebudyaan yang harus dilestarikan. Memang benar kita harus semakin memperhatikan yang namanya kebudayaan, semua  karena kita sudah mulai meninggalkan arti dari budaya-budaya yang ada. Semakin pesatnya Globalisasi yang hadir ditengah masyarakat kita khusunya masyarakat Indonesia yang sudah mulai melupakan. Beruntung sekali kita masih diingatkan dari negara tetangga yang ingin mengambil kebudayaan kita.Tapi bila tidak demikian kapan masyarakat kita akan sadar dengan semakin maraknya teknologi. Memang sangat terasa sekali dampak globalisasi yang ada, cukup mampu mematikan suatu kultur yang membesarkan bangsa ini yang terdiri dari beragam suku dan bahasa dengan kebudayaanya masing-masing. Maka disini kita akan membahas dampak globalisasi yang hadir dan menggeser nilai-nilai kebudayaan.

  1. Pengertian Budaya/Kebudayaan

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.  Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.  Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

 

  1. C.      Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

  nternasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.

  Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.

  Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.

  Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.

  Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.

Dan adapun ciri-ciri dari globalisasi itu sendiri :

  • Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
  • Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
  • Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
  • Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
  1. Dampak Globalisasi Bidang Sosial – Budaya

Globalisasi mampu mengubah bentuk kehidupan keseharian kita secara mendasar. Dampak itu sangat dapat kita raskan bila kita hendak menyadari hal tersebut. Berikut adalah dampak yang secara tidak langsung kita sadari :

1. Meningkatnya Induvidualisme
Dahulu kesempatan individu untuk menentukan dirinya sendiri dibatasi masyarakatnya, entah tradisi maupun oleh kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dimasa itu. Di Era Globalisasi ini, kesempatan bagi  individu untuk mengatur dan menentukan yang terbaik bagi dirinya sendiri sangatlah terbuka lebar.

2. Pola Kerja Masyarakat
Pekerjaan-pekerjaan mengarah kepada  perekonomian berbasis ilmu pengetahuan. Orang-orang sudah tidak mengandalkan lagi kerja penuh di kantor, tetapi parttime job. Perempuanpun kini telah masuk dalam dunia kerja bahkan dalam dunia politik.

3. Kebudayaan Pop
Citra, gagasan, dan gaya hidup yang baru menyebar dengan begitu cepatnya keseluruh pelosok dunia lebih daripada sebelumnya. Kini terutama dengan hadirya teknologi yang menunjang pemasaran bahkan pengenalan produk ke mancanegara.

Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD. Yang cukup mengagetkan adalah betapa tampak konsumtifnya masyarakat kita ini, yang selalu membeli produk luar negeri.

Dampak positif Globalisasi :
1. Mudah memperoleh informasi dan juga ilmu pengetahuan
2. Mudah dalam hal melakukan komunikasi
3. Cepat dalam bepergian ( mobilitas tinggi )
4. Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6. Mudah memenuhi kebutuhan

Dampak negatif Globalisasi:
1. Informasi yang tidak tersaring
2. Perilaku konsumtif
3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
5. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat

Pengaruh globalisasi sosial dan budaya, Globalisasi dapat memperluas kawasan budaya. Globalisasi dapat menimbulkan dampak negative. Akibat dari pengaruh globalisasi:

a. Disorientasi, dislokasi atau krisis social-budaya dalam masyarakat.
b. Berbagai ekspresi social budaya asing yang sebenarnya tidak memiliki basis dan preseden           kulturalnya.
c. Semakin merebaknya gaya hidup konsumerisme dan hedonisme.

Sisi negative globalisasi budaya:
1. Akibatkan erosi budaya

2. Lenyapnya identitas cultural nasional dan local

3. Kehilangan arah sbg bangsa yang memiliki jati diri.

4. Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme

5. Cenderung pragmatisme dan maunya serba instant.

  1. Kesimpulan dan Saran

Dengan hadirnya globalisasi ditengah peradaban manusia yang mulai memiliki ketergantungan terhadap segala hal yang instan. Khususnya kebudayaan yang mulai tergeser kedudukannya dan mulai ditinggalkan karna dianggap kuno. Betapa sulitnya mempertahankan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Maka kita harus bisa membangun nilai-nilai kebudayaan kita tetapi yang bersifat dinamis dan tidak statis. Sehingga kita dapat semakin kuat menjaganya dan menanmkan keluhuran budaya dalam jatidiri kita sebagai bangsa Indonesia.

http://globalisasi-sosial-budaya.blogspot.com/, http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi, id.wikipedia.org/wiki/Budaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s