Tips Memiliki Atap Rumah Yang Baik

Sebuah rumah tidak akan lengkap dan diakatakan rumah jika bangunan tersebut tidak memiliki atap. Kehadiran atap sendiri sangat vital karena berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan. Namun dewasa ini atap rumah tidak lagi hanya sebagai sebuah pelengkap sebuah konstruksi bangunan. Fungsi atap ternyata dapat memosisikannya sebagai komponen yang mendukung status sosial si pemilik rumah. Semakin berkualitas atap yang digunakan, maka semakin baik pula citra yang diperlihatkan. Oleh karena itu, tidak heran jika atap sebuah rumah dapat diasosiasikan sebagai mahkota dari suatu bangunan.

Namun sebuah rumah tidaka akan terlihat cantik dengan  sempurna jika ternyata atap rumah gagal menjalankan fungsinya sebagai pelindung, terutama pada saat musim hujan. Masalah kebocoran atap tidak pernah pilah-pilih. Setiap kalangan masyarakat pasti pernah merasakannya mulai dari skala kecil (rembes) sampai skala besar (bocor). Maka, jangan samapai penampilan luar rumah anda berbanding terbalik dengan keadaan yang sebenarnya terjadi di dalam rumah. Untuk mencegah kebocoran pada atap, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan.

1. Akurasi sudut kemiringan atap.

Pastikan bahwa anda membuat sudut kemiringan yang tepat sehingga air mengalir ke tanah dengan cepat. Sudut kemiringan yang ideal adalah 30-35 derajat. Akan tetapi, ada beberapa jenis atapa yang sudut kemiringannya dibuat sangat landai. Atap juga adapat direkatkan dengan paku agar tidak bergeser yang nantinya akan memberikan akses masuknya air hujan.

2. Minimalisasi sambungan atap.

Kebocoran sering terjadi ternyata karena ditimbulkan dari sambungan sehingga pemakaian sambungan antar-atap perlu dikurangi. Hal tersebut perlu dilakukan karena setiap p0pertamuan atap berpotensi menimbulkan kebeocoran. Risiko bocor dapat dikurangi dengan menggunakan atap bermodel pelana.

3. Pemilihan atap berkualitas.

Anda dapat ememilih atap yang berkualitas baik sehingga tidak mudah retak. Karakteristik atap runah yang berkualitas baik pada umumnya dapat dipasang dengan sempurna tanpa terdapat celah. Anda dapat memilih material atap, seperti dari beton, keramik, PVC, bitumen, atau atap yang terbuat dari kombinasi dari beton dan keramik.

4. Pemasangan talang yang tepat.

Talangdapat berrfungai untuk mengarahkan air hujan dari atap sehingga dapat turun ke tanah. Pastikan talang terpasang  dengan ukuran, kekuatan, daya tampung, dan pemasangan yang tepat.

5. Penggunaan waterproofing.

Waterproofing merupakan bahan pelapis yang kedap air. Aplikasi waterproofing dapat dilakukan dengan kuas, roller, atau spray. Pastikan bahwa pengaplikasinnya perlu dibuat beberapa lapis sehingga dapat mencegah kebocoran.

 

SUMBER : KOMPAS – KLASIKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s