“Winglet”, Pengiris Gaya Hambat

Seandainya,  Wright bersaudara, Orville (19 Agustus 1871 – 30 Januari 1948) dan Wilbur (18 April 1867 – 30 Mei 1912) tak menemukan pesawat terbang seabad lampau, barangakali saaat ini kita butuh waktu berbulan-bulan untuk mencapai suatu tempat yang  jauh di luar negeri.

Mereka memang bukan orang pertama yang membuat pesawat percobaan (eksperimental), tetapi menjadi yang pertama dalam menemukan kendali pesawat yang membuat pesawat dapat terbang meski kedua sayapnya terpasang kaku tak bergerak.

Alat terbang yang mereka ciptakan kini telah berkembang amat pesat dengan mengusung  teknologi yang amat canggih. Salah satu kemajuan teknologi yang menjadi tren pesawat-pesawat modern adalah winglet.

Winglet berwujud seperti sirip yang dipasang tegak lurus diujung sayap atau perpanjangan sayap yang ujuhngnya ditekuk ke atas. Teknologi ini tampak sederhana, tetapi manfaatnya cukup besar, misalnya menghemat bahan bakar.

Saat pesawat tinggal landas, udara yang mengalir pada permukaan atas saya ajkan membentuk pusaran udara (vortex), akibat bertemunya udara bertekanan tinggi disayap bagian bawah dengan udara bertekanan rendah dibagian atas sayap. Hal ini menyebabkan terjadinya turbulensi di ujung sayap. pusaran itu menambah gaya hambat (drag) bagi pesawat.

Winglet bekerja seperti pisau yang mengiris gaya hambat itu. Gaya hambatpun berkurang dan bahan bakar dapat dihemat 4 hingga 6 persen.  penerbangan pun  dapat lebih cepat membawa pesawatnya mencapai ketinggian yang ditentukan.

Ada tiga jenis pesawat winglet yang sudah diterapkan dalam penggunaanya. Jenis pertama, Wingtip Fence yang bentuknya berupa sirip tegak lurus yang diasang tegak lurus di bawah dan atas ujung sayap pesawat. Tipe pesawat yang menerapkan winglet jenis ini semisal Airbus A320.

Jenis yang kedua adalah Blended Winglets. Wujudnya berupa perpanjangan dari sayap dan ditekuk kearah atas. Pesawat Boeing versi Next Generation (NG) seperti B737-800/900 adalah contoh pesawat yang menggunakanya.

Yang ketiga yaitu Raked Wingtips. Winglet ini menjadi bagian dari perpanjangan sayap yang memiliki sudut sedikit lebih tinggi di ujung sayap. Jenis ini diterapkan pada jenis pesawat Boeing 777, Boeing 747-8 Intercontinental, dan Boeing 787 Dreamliner.

 

SUMBER : KOMPAS – KLASIKA (Ragam – Pesawat Udara)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s