Fungsi Tanda Baca dan Contohnya

Apa itu Bahasa Indonesia? Pertama kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian dari bahasa. Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Jadi, pengertian bahasa Indonesia adalah alat komunikasi yang digunakan oleh warga negara Indonesia dan juga  sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa memiliki aturan dan polanya sendiri baik secara lisan maupun tulisan. Pengguna bahasa harus mengikuti aturan dan kaidah yang berlaku dalam suatu tata bahasa yang ada, sehingga dapat menghasilkan komunikasi yang baik antar pengguna. Bahasa lisan yang sering kita ucapkan adalah sebuah bahasa primer, karena memang penggunaanya lebih sering, terutama dalam hal komunikasi dengan orang lain. Sementara bahasa tulisan adalah bahasa sekunder yang hanya kita gunakan pada saat-saat tertentu, seperti halnya menulis surat.

Bangsa Indonesia yang cukup kaya akan suku, bahasa, dan budaya sampai saat ini tetap menjaga eksistensinya masing-masing. Berbagai macam orang hadir, berkumpul, saling bekerja sama, tentunya tidak lain adalah berkat bantuan dari bahasa indonesia yang digunakan sebagai bahasa pemersatu. Bahasa memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :

  1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
  2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
  3. Alat untuk mengidentifikasi diri.

Fungsi tersebut sudah sangta umum, karena sering kali kita menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, kapanpun dan dimanapun kita berada. Tetapi terlepas dari bahasa indonesia yang kita gunakan tersebut secara lisan dengan aturannya dan kaidahnya sendiri. Bahasa juga kita gunakan secara tertulis dalam keseharian kita. Mulai dari pola sampai dengan aturan dalam penulisannya. Salah satu yang terpenting adalah fungsi tanda baca dalam bahasa yang kita gunakan tersebut. Pada tulisan ini kita akan membahas fungsi-fungsi dari tanda baca dan contoh penggunaannya.

Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan dari si penulis.

  1. Tanda Titik ( . ) berfungsi untuk menandai akhir kalimat berita, atau untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka, dan memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
    Contoh : Dr. Anthoni sedang dalam perjalanan pulang.
  2. Tanda Koma ( , )  berfungsi untuk memisahkan anak kalimat atau hal-hal yang disebutkan dalam kalimat, juga untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka, dan dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Contoh : Oleh karena itu, pengguna jalan harus mematuhi setiap rambu lalu lintas.
  3. Tanda Kurung ( (..) ) berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh khalayak, mengapit keterangan atau penjelasan, mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan. Contoh : Satelit Palapa (pernyataan sumpah yang dikemukakan Gajah Mada) membentuk sistem satelit domestik di Indonesia.
  4. Tanda Kutip Satu( ‘ )  berfungsi untuk mengasosiasikan suatu istilah, mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain, mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Contoh : Tanya Susan, “Kau dengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?”
  5. Tanda Petik ( “…” ) berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan dalam naskah drama, mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung, mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Contoh : Pak guru bertanya, “Siapa yang belum mengerjakan tugas?”
  6. Tanda Seru ( ! ) berfungsi untuk menegaskan, memberi peringatan bahwa kalimat yang bertanda seru tersebut perlu untuk diperhatikan. Contoh : Cepat selesaikan pekerjaanmu itu!
  7. Tanda Tanya ( ? )  berfungsi untuk melengkapi kalimat tanya, dipakai pada akhir tanya. Contoh : Sedang apa kamu disana?
  8. Tanda Hubung (…-…)  berfungsi untuk menghubungkan penggalan kata, kata ulang, rentang suatu nilai, menyambung unsur-unsur kata ulang, merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh : anak-anak, berulang-ulang, kemerah-merahan.
  9. Titik Dua ( : ) berfungsi untuk mengawali penguraian suatu kalimat, dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Contoh : Daftar barang yang dibeli : Baju, celana, sepatu, kaos kaki, dll.
  10. Tanda Garis Miring ( / ) berfungsi pengganti kata tiap, per atau sebagai tanda bagi dalam pecahan dan rumus matematika, dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Contoh : Harganya Rp125,00/lembar (harganya Rp125,00 tiap lembar).

 

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_baca, http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_tanda_baca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s