Uang Bersambung

Uang bersambung adalah dua lembar atau lebih uang yang sengaja dicetak tanpa memtong kertasnya, sehingga uang-uang tersebut bergandengan satu sama lain. Uang tersebut sengaja dicetak demikian dalam jumlah terbatas untuk konsumsi para kolektor walaupun tetap merupakan alat pemabyaran yang sah. Pada tanggal 1 Desember 2004, Bank Indonesia menerbitkan uang bersambung pecahan Rp 20000 dan Rp 100000 keduanya dalam dua-lembaran dan empat-lembaran. Pada 20 Oktober 2005 terbit lagi uang bersambung pecahan Rp 10000 dan Rp 50000, keduanya juga dalam dua-lembaran dan empat-lembaran.

Uncut banknotes consist of two or more prieces of notes that remain uncut, making the pieces stay interconnected. The notes are printed in such a way and in a limited number, serving the interest of collectors. Uncut money is legal tender eventhough not used in our day-today transaction.

On December 1, 2004, Bank Indonesia issued uncut banknotes of Rp 20000 and Rp 100000, both in twos and fours. On October 20, 2005, Bank Indeonesia again issued uncut banknotes, this time in Rp 10000 and Rp 50000 denominations, both also in twos and fours.

CYMERA_20130622_121431

RINGKASAN

CYMERA_20130622_121444

Rp 10000

CYMERA_20130622_121504

Rp 100000

CYMERA_20130622_121516

Rp 20000

CYMERA_20130622_121530

Rp 2000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s