Penyelesaian Penyalahgunaan IT Berdasarkan Undang-Undang Dalam Kasus PNS Atheis (Tugas 3: Etika & Profesionalisme TSI)

Pada pembahasan sebelumnya mengenai kasus-kasus pelanggaran etika di dunia maya, salah satunya adalah mengenai Alexander PNS Atheis yang Hina Islam. Kasus ini terjadi pada tahun 2012 silam, dimana Alexander mengaku mengelola Facebook Atheis Minang. Di media elektronik itulah dia menghina agama Islam. Tersangka telah mendistribusikan informasi melalui Facebook yang memiliki muatan penghinaan terhadap suatu agama sehingga masyarakat resah. Tersangka Alexander mencantumkan agamanya Islam. Namun, saat diinterogasi di Mapolres, dia mengaku Atheis. Tersangka mencantumkan agama Islam dalam surat keterangannya itu hanya untuk menghindari kontroversi. Kepada pihak yang berwajib dia jelas mengaku tidak beragama Islam.

Dari kasus ini dapat kita simpulkan bahwa Alexander alias Aan terancam dengan jeratan Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pemalsuan surat dengan pidana penjara paling lama enam tahun. Ia juga dijerat dengan Pasal 156 A KUHP karena melakukan penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. Namun jika ditelusuri dan ditindak lebih jauh lagi terutama dalam hal pemanfaatan social media sebagai salah satu media IT, maka tersangka juga melakukan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang ITE. Alexander, pegawai negeri sipil (PNS) di Dharmasraya, Sumatera Barat, yang menganut paham Atheis, dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE karena menghina agama Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s